Semarang – INFOPlus. Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSIS Semarang melaporkan oknum suporter pengguna id card local organizing commitee (LOC) palsu ke polisi. Langkah hukum untuk memberi efek jera.
Pemalsuan tanda pengenal ini ditemukan saat pertandingan PSIS kontra Bali United di Stadion Jatidiri, Sabtu (2/9). Ketua Panpel PSIS, Agung Bawono menyebut terlapor berinisial WEP.
“Kami resmi melaporkan pemalsu id card, yakni saudara WEP ke Unit Reskrim Polsek Gajahmungkur, Rabu kemarin. Nanti biar proses hukumnya berjalan dan memberi efek jera kepada siapa pun yang menyalahgunakan atau memalsukan, baik id card maupun tiket pada saat pertandingan PSIS,” tegas dia dalam siaran pers diterima Kamis (7/9).
Agung juga berharap dengan dilaporkannya WEP ke Polsek Gajahmungkur tidak akan ada lagi kegiatan pemalsuan di setiap pertandingan kandang PSIS.
“Semoga ke depan tidak ada lagi kasus pemalsuan seperti itu. Panpel akan menindak tegas terhadap segala pemalsuan dan tidak akan melakukan toleransi serta akan kami bawa ke ranah hukum apabila ditemukan kembali,” kata dia.
Sebelumnya, WEP juga sudah diviralkan di media sosial. Ia mendapat ultimatum dari pengurus suporter Panser Biru. Dan pada Minggu (3/9) akhirnya menemui pengurus Panser Biru untuk klarifikasi dan mediasi.
Namun dalam pertemuan itu, WEP berbelit dan selalu mengelak kesalahannya. Sehingga diputuskan manajemen PSIS untuk membawa kasus yang bersangkutan ke ranah hukum. (Ags/Mw)












