“Di Lapas sudah memberikan fasilitas pendampingan psikologi, namun masalah tidak disampaikan ke psikiater. Sebenarnya kalau disampaikan ke petugas ya akan kami bantu selesaikan,” kata Tri Saptono Sambudji.
Upaya penguatan psikologi agar tidak memilih jalan pintas terus dilakukan lewat pembinaan. “Saya sampaikan jika ada masalah ke petugas supaya bisa diselesaikan melalui kedinasan. Lebih sosialisasi jangan sampai semudah itu menyelesaikan hidup. Justru menambah masalah bagi keluarga,” lanjutnya.
“Jangan sampai ada kejadian berulang lagi, kita lewat pendekatan keagamaan kepada masing-masing warga binaan. Kami sampaikan bergilir,” pungkasnya.
(rdi)















