Riwayat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Penting Sejak Abad ke-16

oleh

Semarang – Pelabuhan Tanjung Emas merupakan salah satu nama pelabuhan di Indonesia. Pelabuhan Tanjung Mas berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Estimasi jarak tempuh menuju ke Pelabuhan Tanjung Emas yakni 5 kilometer atau 30 meter dari Tugu Muda.

Pelabuhan ini merupakan satu-satunya pelabuhan di Semarang. Tak mengherankan, Pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu pelabuhan penting bagi perekonomoan Jawa Tengah.

Dilansir pelindo.co.id, Pelabuhan Tanjung Emas memiliki beragam fasilitas penunjang, mulai dari pemecah gelombang, jalur pelayaran, kolam pelabuhan, dermaga, fender, gudang, dan terminal seluas 3.000 meter persegi.

Fasilitas dermaga di Pelabuhan Tanjung Emas antara lain Dermaga Nusantara, Pelabuhan Dalam II, Dermaga Gd. VII, DUKS PLTU, DUKS Pertamina, DUKS BEST, serta DUKS Sriboga.

Pelabuhan Tanjung Emas juga didujung dengan peralatan seperti kapal tunda, kapal pandu, kapal kepil, gudang, lapangan penumpukan, dan alat bongkar muat, serta pelayanan kapal, barang, terminal, tanah, bangunan, air dan listrik.

Pelabuhan Tanjung Emas pertama kali didirikan pada abad ke-16. Awalnya, Pelabuhan Semarang ini tidak berlokasi di Tanjung Mas melainkan di dekat bukit Simongan (Gedong Batu, dekat Klenteng Sam Po Kong).

Namun, lokasi tersebut dinilai tidak strategis sehingga lokasi pelabuhan dipindah ke Kali Biru. Semenjak saat itu, aktivitas perkapalan semakin meningkat, banyak kapal berdatangan ke pelabuhan khususnya dari luar negeri, seperi Eropa dan Jepang.

Dilansir web.dpmptsp.jatengprov.go.id, Pelabuhan Tanjung Emas memiliki mercusuar yang terkenal, bernama Mercusuar Willem 3. Mercusuar ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1884 dengan tujuan menjadikan Semarang sebagai kota pelabuhan, dagang, dan pengekspor hasil bumi (termasuk gula).

Sejak 1995, Pelabuhan Tanjung Emas dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Sampai saat ini, Pelabuhan Tanjung Emas menjadi tempat masuk dan keluarnya barang-barang komoditas perdagangan baik regional maupun internasional.

Sumber Tempo