Sebarkan Foto Telanjang, Andrias Kristiyanto Disidang di Semarang

oleh

Semarang – Akibat menyebarkan foto telanjang seorang wanita, Andrias Kristiyanto anak dari David Kristiyanto (43), harus berususan dengan hukum.

Warga Jalan Yos Sudarso 8 RT 01 RW 01 Kel. Jobokuto, Kec/Kab. Jepara itu ditahan dan disidang atas perkara ITE.

“Perkaranya masuk PN Semarang 15 Juni 2022 lalu dalam klasifikasi perkara Informasi dan Transaksi Elektronik nomor 306/Pid.Sus/2022/PN Smg,” ungkap Noerma Soejatiningsih, Panmud Pidana pada PN Semarang, Selasa (21/6/2022).

Perkaranya akan disidang perdana dengan acara penyampaian surat dakwaan JPU, Rabu 22 Juni 2022. Majelis hakim pemeriksanya, Gatot Sarwadi (ketua), Heriyenti dan Kairul Soleh (anggota).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus terjadi 31 Oktober 2019 sekira pukul 10.00 WIB di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kejadian berawal dari Andrias mempunyai permasalahan hutang piutang dengan adik TS. Andrias bermaksud meminta bantuan Sie Djiet Sam.

Andrias menghubungi Sie Djiet Sam dan memperkenalkan diri sebagai anak dari David Kristiyanto yang merupakan temannya. Andrias meminta Sie memberitahukan kepada EI, ibu kandung TS untuk membayar tanggungan hutang anaknya bernama Roni kepada Andrias.

Di telepon tersebut, Andrias juga mengatakan memiliki foto telanjang istri TS yaitu LW. Ia juga mengatakan apabila EI tidak mau membayarkan hutang anaknya, maka foto telanjang itu akan disebarkan di kalangan pecinan Jepara.

Andrias lalu meminta Sie Djiet Sam agar memberikan nomor kontaknya TS, namun ditolak dan meminta tidak melibatkan TS karena ia tidak hubungannya dengan hutang adiknya.

Atas hal itu, Andrias mengancam menyebarkan foto telanjang itu melalui media sosial. Ia lalu mengirim foto ke Sie dengan isi pesannya berupa foto telanjang.

Atas ancaman itu, pada 1 Nopember 2019, Sie Djiet Sam menghubungi kakaknya EI memberitahukannya. Foto diteruskan ke EI dan TS. Atas hal itu TS melaporkan ke polisi.

Informasinya, Andrias mendapat foto itu dari Sandi Hariyanto. Namun handphone tersebut sudah rusak dan hilang.

Andrias pernah meminjam handphone milik Sandi Hariyanto tersebut, tetapi ia tidak mengetahui maksud meminjam hp miliknya.

Usai Sandi Hariyanto membuka handphone nya ternyata Andrias telah mengirim foto-foto yang melanggar kesusilaan milik Lia Widya.

“Andrias dijerat pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) UURI no.19 tahun 2016 ttg Perubahan atas UURI nomor 11 tahun 2008 ttg Informasi dan transaksi Elektronik,” sebut Jaksa Penuntut Umum Saptanti Lastari di berkas perkaranya.

(rdi)