Bos PT Trinity Seluler Indonesia Albert Joseph Wienata Digugat PKPU dan Terancam Dipailitkan

oleh -36 views

Semarang – Albert Joseph Wienata, pemilik PT Trinity Seluler Indonesia di Kaliajir Lor, RT. 07 RW. 012, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman digugat ke pengadilan atas utangnya. Gugatan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) diajukan PT Bank DanamonIndonePsia Tbk di Jakarta. Atas gugatan itu, Albert dan perusahaannya terancam pailit.

“Perkara masuk Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang 29 Juni 2021 dalam nomor 23/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg,” ungkap Afdlori, Panmud Niaga pada PN Semarang, Rabu 30 Juni 2021.

Sesuai penetapan, perkara akan diperiksa majelis hakim Dr Agus Rusianto (ketua), Yogi Arsono dan Aloysius P Bayuaji (anggota). Sidang perdana dijadwalkan besok pada 6 Juli 2021.

Informasi yang dihimpun INFOPlus menyebutkan, Pemohon dalam dalil permohonannya mengaku memiliki ikatan perjanjian berbentuk fasilitas kredit koran (KRK) dan Kredit Angsuran Berjangka (KAB). Perjanjian kredit, termasuk perjanjian pemberian jaminan (penanggungan hutan) terjadi 27 Agustus 2014 silam.

Perjanjian diperbarui 10 Desember 2014, 24 April 2015, 17 September 2015, 17 Juni 2016, 19 Juni 2016, 19 Juni 2017. Terakhir diperbarui pada 28 November 2017.

Atas kredit itu, Termohon PKPU 1 ( PT Trinity Seluler Indonesia) memberikan jaminan berupa Hak Tanggungan. Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 87/Kel. Gunungketur, seluas 200 m2, atasnama Albert Joseph Wienata. SHGB No. 88/Kel. Gunungketur, seluas 520 m2, atasnama Albert Joseph Wienata di KelurahanGunungketur, KecamatanPakualam, Kota Yogyakarta.

Selain itu, T 1 juga memberikan jaminan kredit, berupa Hak Tanggungan berupa jaminan Fidusia kepada Pemohon berupa Stock Barang Dagangan (Inventory).

Kredit Modal Kerja

Selain fasilitas itu, Termohon juga mendapatkan fasilitas kredit modal kerja. Perjanjian dibuat 17 September 2015 dan diperbarui 22 Februari 2016, 17 Juni 2016, 19 Juli 2016, 19 Juni 2017, 28 November 2017.

Atas kredit modal kerja itu, Termohon memberika. Jaminan SHGB No. 1166, Desa/Kel. Caturtunggal,seluas397 m2, atasnamaAlbert Joseph Wienata yang terletak di Desa/KelurahanCaturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Termohin juga memberikan jaminan Fidusia.

Tak Membayar Hutang

Atas pemberian fasilitas kredit itu, hingga kini Termohon PKPU tidak membayar lunas hutangnya yang telah jatuh tempo ke Pemohon. Tiga kali Surat Peringatan (SP) kepada ke para Termohon juga sudah disampaikan. Pertama pada 21 Desember 2018, 2 Januari 2019 dan 15 Januari 2019.

Pemohon PT Bank Danamon menyebut total hutang Termohon per 2 Juni 2021 sebesar 27.144.737.372,99. Total hutang Termohon 2 sejumlah Rp 24.858.358.417,38.

Kreditor Lain

Selain pihaknya, PT Bank Danamon juga menyebut, para Termohon juga memiliki hutang ke sejumlah kreditor lain. Yakni, Kanwil Dirjen Pajak DIY, PT Bank Mandiri Cabang Yogyakarta, PT Bank CIMB Niaga Cabang Yogyakarta serta PT Bank BRi Cabang Yogyakarta.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, para Termohon tidak memenuhi kewajibannya yang telah jatuh tempo, sehingga persyaratan untuk dikabulkannya PKPU terpenuhi.

Dalam permohonannya, Pemohon mengusulkan ditunjuknya Ahmad Dwi Nuryanto, Mohammad Ibrahim Fattah sebagai pengurus PKPU dan kurator apabila dinyatakan Pailit dengan segala akibat hukumnya.

(rdi)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.