Angka Konsumsi Ikan di Kota Semarang Masih Perlu Ditingkatkan

oleh

Semarang – Dinas Perikanan Kota Semarang mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi ikan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Nurkholis menilai angka konsumsi ikan masih perlu ditingkatkan.

Hal itu tak lain untuk pemenuhan gizi masyarakat.

Di tingkat Jawa Tengah, tingkat konsumsi ikan di Semarang tergolong cukup baik.

Kota Semarang berada pada posisi kedua dimana tingkat konsumsinya mencapai 40 kilogram per kapita per tahun. Angka itu meningkat dari sebelumnya 38 kilogram per kapita per tahun pada 2019 lalu.

INFO lain :  Buron Korupsi Bank BPD Sulawesi Selatan dan Barat Ditangkap di Magelang

Namun demikian, angka konsumsi ikan di Kota Semarang masih tergolong rendah secara nasional.

“Kami terus sosialisasikan gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemarikan) Di lain sisi, untuk menumbhkan cita rasa olahan ikan, kami adakan lomba masak,” katanya, Rabu (14/4/2021).

Guna memenuhi konsumsi ikan, lanjut Nurkholis, produksi ikan pun perlu didorong. Pasalnya, produksi ikan di Kota Semarang baru 7 ton per tahun, sedangkan ikan yang beredar di Kota Semarang mencapai 17 ribu ton per tahun.

INFO lain :  Ditpolairud Polda Jateng Bagikan 28 Paket Sembako ke Nelayan Sekitar Pelabuhan Tanjung Emas

Menurutnya, dari sisi pasar, Kota Semarang masih sangat membutuhkan produksi ikan. Selama ini, Kota Semarang lebih banyak dipasok dari wilayah-wilayah sekitar.

Untuk memenuhi produksi ikan, Nurkholis menggencarkan budidaya perikanan perkotaan. Pihaknya memproduksi benih untuk membantu masyarakat yang membutuhkan benih ikan. Dinas Perikanan juga melakukan penyuluhan mengenai budidaya ikan.

“Kami tidak hanya beri benih tapi juga memberi panduan kepada masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Nurkholis juga berencana membuat showroom untuk produksi perikanan yang bisa diisi dari nelayan, pembudidaya air tawar, pembudidaya air payau, dan pengolah hasil perikanan.

INFO lain :  Produsen Pil PCC di Semarang Banding atas Vonis 7 Tahun Penjara

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menambahkan, dalam sebuah survei terkait pangan disebutkan kemampuan konsumsi ikan masyarakat memang masih rendah.

“Saya tidak tahu karena harga mahal atau suplai kurang. Kalau nelayan mampu bergerak profesional, mendapat ikan lebih banyak, mengedukasi masyarakat makan ikan, Insya Allah target kami masyarakat makan ikan akan meningkat,” paparnya.

Sumber Tribun