Mandiri Energi dari Kotoran Sapi

oleh
oleh

BOYOLALI – Pemerintah Jawa Tengah berhasil mewujudkan Desa Energi Mandiri. Satu di antaranya Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Di desa itu, kotoran ternak sapi dan ayam diubah jadi biogas, yang berguna untuk bahan bakar memasak pengganti gas elpiji dan tenaga listrik.


 
Desa ini meraih penghargaan dalam Lomba Desa Mandiri Energi yang diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT ke-70 Provinsi Jawa Tengah. Bagaimana kiprah masyarakatnya?


 
Geliat Desa Energi Mandiri di Urutsewu benar-benar terasa. Tampak pipa panjang yang berisikan biogas melintang di sejumlah rumah. Biogas tersebut berasal dari peternakan sapi dan ayam. Seperti yang ada di Dusun Jetak dan Dusun Gilingan.

INFO lain :  Buruh Harian di Pekalongan Diamankan Beserta 2 Paket Sabu 


 
Di Dusun Jetak, salah satunya di peternakan sapi milik Sutarjo, pengurus Kelompok Tani Sumber Makmur ini berhasil mengolah kotoran sapinya. Langkah pengolahannya, kotoran dicampur dengan air, kemudian dimasukkan ke digester, sehingga air dan gas terpisah.

Setelah gas di atas dan rir di bawah, Sutarjo akan ditribusikan gas ke paralon. Paralon itu menyebar ke sejumlah titik seperti ke kandang ternaknya, maupun ke lima rumah di sekitarnya. Gasnya tersebut dimanfaatkan untuk memasak dan tenaga listrik.


 
“Untuk hidupkan listrik kompor lima KK (kepala keluarga). Paling banyak untuk masak air,” kata Sutarjo di tempat ternak sapinya, Senin (17/8).

INFO lain :  Marak Kebakaran di Pemalang, Petugas Imbau Warga Waspada


 
Seorang warga penerima biogas dari peternakan milik Sutarjo adalah Lestari. Dia mengaku amat beruntung mendapatkan bantuan kiriman gas dari tetangganya. Sebab dia tidak lagi harus membeli gas elpiji, sehingga Lestari bisa menghemat pengeluaran untuk kebutuhan bahan bakar kompornya.


 
“Sangat menghemat 100 persen. Masak bisa sehari semalam,” ungkapnya senang.


 
Lestari berterima kasih kepada pemerintah provinsi, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sebab, pemerintah telah memberikan bantuan pengolahan biogas sehingga warga bisa memanfaatkan kotoran ternak menjadi biogas.


 
“Terima kasih Pak Gubernur, kalau bisa dikasih begini lebih lagi,” pinta Lestari.


 
Hal kreatif mandiri energi lainnya dilakukan oleh Rizki Emil Abdilah, peternak ayam di desa itu. Dia berhasil memanfaatkan kotoran ayamnya menjadi energi alternatif. Biogas yang dihasilkan dipakai untuk menyalakan mesin penggiling jagung, serta kompor di rumahnya.

INFO lain :  Berawal dari SMS, Isu Perselingkuhan Dimediasi


 
Menurut mahasiswa perguruan tinggi di Surakarta ini, mengubah mesin penggiling jagungnya yang semula berbahan bakar bensin menjadi tenaga biogas, bukan hal mudah. Emil harus memodifikasi mesinnya lebih dulu ke rekannya yang memiliki keahlian otomotif. Setelah beberapa kali uji coba, modifikasi tersebut membuahkan hasil. Sampai sekarang, mesin penggilng jagungnya beroperasi dengan normal. Bahkan pemanfaatan tenaga biogas itu membuatnya berhemat.