Mandiri Energi dari Kotoran Sapi

oleh
oleh


 
“Kalau pakai bensin Rp20 ribu untuk nyelep (haluskan jagung) 400 kilogram. kalau gas, menyelep dua jam, bisa 250 kilogram. Bisa ngirit Rp 20 ribu,” bebernya.


 
Ada pula warga yang berkreasi dengan membuat biogas portabel. Bahannya berasal dari sayuran dan nasi sisa. Dia adalah Saparman. Dengan alatnya itu, dia berhasil memanfaatkan biogas untuk keperluan memasak sehari-hari. Meski belum sepenuhnya memasak menggunakan biogas, setidaknya dia bisa berhemat.


 
“Kalau saya pakai gas elpiji tiga kilogram paling enggak empat (tabung) . Sekarang hanya dua (tabung) . Ada penghematan,” kata Saparman.


 
Sementara itu di Dusun Gilingan, Desa Urutwatu terlihat warga berada menghidupkan mesin pompa air yang listriknya bersumber dari genset berbahan bakar gas limbah tahu. Pada Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) itu, warga RT 05 RW 05 bisa memanfaatkan air bersih. Selain itu, penduduk di RT terdekat juga bisa ikut mendapatkan air bersih dari Pamsimas yang dikelola oleh masyarakat.

INFO lain :  Buruh Harian di Pekalongan Diamankan Beserta 2 Paket Sabu 


 
Ketua RT 05 RW 05, Suwarno menjelaskan pihaknya memanfaatkan limbah perajin tahu untuk menghidupkan mesin pompa air pamsimas. Semula limbah tahu sempat dikeluhkan warga beberapa waktu lalu. Namun setelah bermanfaat dan jadi biogas, warga tak lagi mengeluh.


 
“Limbah tahu dulu mencemari, sekarang tidak,” ujar Suwarno.

INFO lain :  Marak Kebakaran di Pemalang, Petugas Imbau Warga Waspada


 
Saat ini tercatat, warga yang menjadi pelanggan pamsimas sekitar 50 KK. Mereka dikenakan biaya berlangganan, yang nilainya diklaim lebih murah dibanding perusahaan air bersih yang biasa. Bahkan, pengelola juga berhasil menyisihkan keuntungan untuk menanggung pembayaran BPJS kesehatan kelas III. “Total lima KK (BPJS kesehatan),” ucapnya.


 
Perangkat Desa Urutsewu Ngatman menjelaskan pihaknya terus mendorong warga lainnya untuk memanfaatkan biogas yang ada. Karena selain hemat juga tidak mencemari udara. Dia mengucapkan terima kasih Dinas ESDM yang sudah membantu kelompok tani.


 
“Sudah terealisasi, sudah terlaksana. Kalau ada menunggu program lainya. Mungkin biogas atau inovasi lain. Untuk Pak Gubernur karena kita mayoritas desa petani, minta dukungannya supaya betul-betul menjadi desa mandiri energi,” kata Ngatman.

INFO lain :  Berawal dari SMS, Isu Perselingkuhan Dimediasi


 
Kepala Desa Urutsewu Sri Haryanto menambahkan pemerintah desa berterima kasih dengan bantuan pemerintah provinsi. Baik dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan lainnya. Sebab dengan bantuan itu, hampir 200 KK terbantu dengan adanya pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas. Ke depan pihaknya berharap adanya arahan dari pemerintah.

Sebab pihaknya mempunyai mimpi menjadikan desa jadi kawasan edukasi biogas atau wisata edukasi biogas.