SEMARANG – Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) jilid 5 ini tidak jauh beda denga jilid 4. Dimana semua kegiatan masyarakat selesai operasional pukul 22.00 Wib.
“Patroli harus diintensifkan terutama untuk mengingatkan masyarakat terkait batas maksimal kegiatan,” ujarnya dalam rapat koordinasi pembahasan tindak lanjut PKM Jilid V oleh Forkominda Kota Semarang, Rabu (8/7).
Untuk Pos pantau diperbatasan sudah tidak ada. Selanjutnya tim akan difokuskan untuk patroli ke klaster penyebaran Covid seperti Pasar, perkantoran/instansi, pernikahan dan Industri/Perusahaan.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis menambahkan, pihaknya akan ikut bertindak dalam memutus rantai Covid-19 dengan membentuk Kampung Siaga Tangguh (Siaga Candi).
“Saat ini sudah terdapat 88 Kampung yang sudah kita bentuk dan kegiatannya nanti bisa kita lihat,” sebutnya.
Protokol kesehatan, kata dia juga perlu ditingkatkan lagi dan kedisiplinanya baik para petugas PKM itu sendiri sebelum menyampaikan ke masyarakat.
Diharapkan upaya-upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan kegiatan PKM, pembentukan Kampung Siaga Tangguh dan kegiatan lainnya dapat didukung oleh masyarakat, sehingga pandemi Covid-19 ini bisa berakhir.
Rapat tersebut dihadiri oleh Forkopimda Kota Semarang dan diikuti oleh Kapolsek Jajaran Polrestabes Semarang, Danramil Jajaran Kodim 0733/BS Semarang, Camat se-Kota Semarang, hingga kepala Pasar se-Kota Semarang.(mht)















