Bertahan Lewat Pemberian Diskon

oleh -131 views

PURWOREJO – Pengrajin batik di Kabupaten Purworejo selama masa pandemi ini banyak yang menurun omzetnya.


Pengrajin batik Purworejo, Dyah Wahyu Ristyani mengatakan, penurunan mencapai 75 persen.

“Tiga bulan pertama masa pandemi, penjualan berhenti total. Bulan berikutnya, kami mulai mengubah strategi, yaitu memberikan diskon harga. Setelah itu, Alhamdulillah mulai ada order,” katanya, Sabtu (3/10).


Pemilik Batik Dewa di Dusun Kesambi, Desa/Kecamatan Loano itu, kemudian mulai berinovasi dengan membuat motif sederhana yang tidak banyak menggunakan malam tetapi warna tetap cantik.

“Untuk motif, kami masih tetap membuat icon mix dengan motif besutan nusantara sehingga konsumen tidak bosan. Kalau batik tulis lebih ke motif nusantara,” jelas Dyah yang juga guru SMP ini.

Menjadi pengusaha batik, tentu harus siap bersaing dengan batik pabrikan yang harganya lebih murah. “Batik pabrik sudah punya segmen pasar tersendiri, sdg batik-batik tradisional dengan harga sedikit lebih mahal harus berjuang mendapat hati konsumen. Sekarang Alhamdulillah harga sudah terjangkau,” tandasnya. (pur)

Tinggalkan Balasan