KLATEN – Baliho bergambar pasangan calon (paslon) bupati -wakil bupati Klaten, Sri Mulyani-Aris Prabowo, di dua lokasi telah dirusak orang tak dikenal dalam beberapa waktu terakhir.
Selain menanggapi santai perusakan tersebut, Sri Mulyani bersiap mengganti satu baliho yang dirusak itu dengan 1.000 baliho baru.
Demikian penjelasan wanita yang masih menjabat sebagai bupati Klaten itu saat ditemui wartawan di Kantor Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Rabu (8/7).
Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani dipastikan maju sebagai cabup petahana di Pilkada 2020.
Paslon Sri Mulyani-Aris Prabowo diusung PDIP Klaten yang memiliki 19 kursi di DPRD Klaten.
Selain sebagai bupati dan cabup di Pilkada 2020, Sri Mulyani juga diketahui sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Klaten.
“Saya juga memperoleh laporan adanya perusakan baliho saya. Ada dua baliho yang dirusak oleh tangan-tangan jahil. Saya bersikap biasa-biasa saja. Di akar rumput tetap kondusif. Yang terpenting jika ada baliho yang dirusak atau disobek maka akan tumbuh 1.000 baliho (yang baru),” kata Sri Mulyani.
Meski sudah mengetahui baliho bergambar dirinya sebagai cabup Klaten dirusak orang tak dikenal, Sri Mulyani tak akan menempuh jalan hukum. Sri Mulyani tak perlu melaporkan kejadian tersebut ke aparat penegak hukum (APH).
“Saya meyakini kondisi di Klaten (menjelang Pilkada) akan tetap kondusif. Perusakan baliho itu tak akan memepengaruhi situasi Klaten yang aman seperti sekarang ini,” katanya.
Sumber : solopos
















