SEMARANG – Demi mencegah maraknya “manusia karung” dan pengamen jalanan jelang Hari Raya, Satpol PP Kota Semarang menggelar razia di sejumlah sudut Kota Semarang, Selasa (19/5) sore.
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, mereka yang diamankan diberi arahan dan pembinaan supaya tidak kembali lagi turun ke jalan meminta-minta.
“Selain itu kita beri arahan juga soal bahayanya Virus Corona,” ujarnya.
Dari penyisiran mulai dari traffic light Jrakah, Kalibanteng, Karangayu, Simpanglima, Jalan Pandanaran dan sekitar Masjid Diponegoro, Satpol PP Kota Semarang berhasil mengamankan 31 orang yang terdiri dari pengemis yang membawa karung, pengamen, dan anak punk.
Mereka yang tertangkap diamankan di Kantor Satpol PP Kota Semarang untuk mendapatkan pengarahan dan pembinaan. Selain itu diberikan sosialisasi mengenai Covid-19.
Untuk memastikan mereka tidak turun lagi ke jalan, satu persatu mereka didata termasuk menyita KTP untuk pendataan.
“Jika dikemudian hari kita dapati mereka turun lagi ke jalan, kita akan langsung kirim mereka ke Solo,” jelasnya.
Fajar menambahkan, operasi PGOT akan terus dilakukan hingga lebaran. Karena jelang lebaran biasanya banyak pengemis dan pengamen dadakan.
“Istilah manusia Karung karena jelang lebaran banyak pengemis yang membawa karung dan pengamen dadakan. Maka kita akan lakukan penyisiran setiap harinya, apalagi ditengah wabah Covid-19 ini,” tegasnya. (mht)














