​Kelalaian Berkendara Dominasi Angka Kecelakaan di Pekalongan

oleh

Pekalongan – Kesalahan atau kelalaian berkendara di jalan raya mendominasi angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pekalongan AKP Ari Prayitno.
“Selama 2 pekan terakhir ini sudah terjadi kecelakaan di jalan raya dengan lima korban jiwa. Adapun kecelakaan tersebut karena ‘human error’,” katanya, Jumat (30/8/2019).

Menurut dia, dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, Polres menggelar Operasi Patuh Candi yang akan diselenggarakan 14 hari ke depan, mulai 29 Agustus hingga 11 September 2019.

Melalui operasi itu, diharapkan pelanggaran lalu lintas di jalan raya akan menurun sehingga bisa menekan angka laka lantas.

INFO lain :  Gelapkan Sepeda, Warga Pemalang Divonis 3 Bulan Kurungan 6 Bulan Percobaan

Ia menyebutkan beberapa human error yang mengakibatkan kecelakaan ini, antara lain, pengemudi kendaraan yang melanggar batas kecepatan dan mengantuk.

INFO lain :  417 Warga Binaan Lapas dan Rutan se-Jateng Terima Remisi Khusus

Oleh karena itu, pihalnya mengimbau pengemudi yang sudah merasa lelah sebaiknya beristirahat. Jika mengantuk, jangan dipaksa melanjutkan perjalanan.

Pada operasi Patuh Candi 2019, polres akan menyasar delapan aspek bagi pengendara, yaitu pemakaian helm ber-SNI, melawan arus, menggunakan telepon seluler saat berkendara, berkendara di bawah pengaruh alkohol, batas kecepatan, pengemudi di bawah umur, sabuk keselamatan, dan rotator (lampu isyarat).

INFO lain :  Tak Boleh Lagi Ada Penahanan Ijazah Sekolah

Selain itu, kata dia, tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Polri atau pelat nomor modifikasi.

“Kami melihat banyak anak yang membawa kendaraan karena orang tua memberikan anak kendaraan itu dengan dibungkus rasa sayang kepada anak, padahal hal itu salah,” katanya.

Sumber Antarajateng