Temanggung – Seorang warga Ling Sroyo, Kelurahan Madureso, Temanggung, Herman Santoso (46) ditemukan meninggal dengan kondisi tanpa pakaian mengapung di aliran irigasi di Desa Lungge, Temanggung.
Saat ditemukan kjasad korban sudah berbau tak sedap. Warga mengaku terkejut dengan temuan mayat tersebut.
Adik korban, Handoko menuturkan, kakaknya sudah dua hari tidak pulang, pihak keluarga sudah berusaha mencari korban dengan berbagai cara.
“Memang dua hari sudah tidak pulang ke rumah, kami sempat kaget saat dikabari bahwa kakak kami ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Lungge,” katanya, Selasa (18/6/2019).
Menurut keterangan sejumlah warga di Desa Lungge, bahwa kakak kandungnya tersebut terakhir terlihat sedang mandi di saluran irigasi tersebut. Namun warga tidak mengetahui bahwa Herman Susanto sudah tidak pulang selama dua hari.
“Setelah dievakuasi, lalu kami sekeluarga sepakat jenazah kami minta untuk dimakamkan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi menuturkan, setelah mendapatkan laporan ada penemuan mayat di irigasi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Jenazah langsung dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan. Korban diperkirakan meninggal karena tenggelam di aliran irigasi tersebut.
“Dari keterangan keluarga, korban mengidap kelainan jiwa, kemungkinan saat mandi di saluran irigasi itu tenggelam dan tidak ada warga yang mengetahui,” katanya.(red)
















