Ketua PAN Jateng Ikut Urus dan Terima Suap Pengurusan DAK Purbalingga Taufik

oleh

“Usai Wiji dan Supriyanto (kontraktor lain) bertemu bupati. Saya didatangi Wiji soal adanya DAK. Karena kondisi Purbalingga banyak kelompok kontraktor sehingga ngak mungkin. Saya hanya diam. Baru ketemu Wahyu Kristianto usai Wiji dan Supri di RM Joglo Purbalingga. Saya ketahui dia (Wahyu) utusan taufik Kurniawan. Hadir di sana saksi Supriyanto dan Wiji. Pembahasan soal DAK yang disampaikan Wahyu Kristianto,” jelas dia.

INFO lain :  Divonis 4 Tahun Akibat Suap Bupati Jepara, Hakim Lasito Terima

Baru pada pertemuan kedua di RM Joglo, kata Hadi, Wahyu menyampaikan anggaran DAK sudah turun.

“Awalnya Wahyu Kristianto minta proyek. Mau ikut kerjakan proyek, dan saya jawab monggo silahkan pakai kontraktor mana. Tapi ternyata ia tak sanggup,” jelas dia.

Wahyu, lanjutnya, menyampaikan atas kesepakatan dengan bupati Tasdi, akan menarik komitmen fee 5 persen yang akan disampaikan ke TK.

INFO lain :  Berkas Perkara Korupsi Taufik Kurniawan Segera Masuk Pengadilan

“Tapi kami keberatan karena terlalu besar. Akhirnya kami berikan Rp 1,2 miliar,” akunya.

Uang itu, diakuinya dikumpulkan dari sejumlah kontraktor di Purbalingga. Di antaranya, Wiji, Supriyanto, Diono, Marto, Farhan, Helmi dan Endar.

“Saya sampaikan silahkan yang mau urunan tapi tidak ada jaminan dapat proyek. Akhirnya terkumpul Rp 1,2 miliar. Saya Rp 300 juta, Wiji Rp 200 juta, Suprii Rp 250 juta, Marto Rp 100 juta, Helmi Rp 200 juta, Endar Rp 75 juta, Diono Rp 100 juta dan Farhan Rp 50. Usai terkumpul uang saya serahkan ke Wahyu Kristianto,” kata saksi Hadi mengaku, akhirnya mendapat dua proyek jalan senilai Rp 6 miliar bersumber DAK APBN P 2017.(far)