Semarang – Apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan personel menghadapi Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Candi pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 digelar di Halaman Mako Dengegana Satbrimob Polda Jawa Tengah, Selasa (11/12/2018).
Apel digelar dalam rangka mengecek kesiapan personel dan kualifikasi kemampuan menghadapi ancaman serangan yakni tentang lawan teror (wanteror), penjinak bom (jibom), dan penanggap ancaman dirty bomb yang berisikan bahan-bahan kimia biologi dan radioaktif.
Pgs. Danden Gegana Kompol Masqudori selaku pimpinan apel mengatakan, pengecekan sebagai wujud kesiapan menghadapi operasi pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dengan sandi “Operasi Lilin Candi 2018″.
“Kita tunjukkan kita siap mengamankan dan memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah Natal maupun yang akan merayakan malam pergantian tahun,” ujar Kompol Masqudori.
Kegiatan apel tak hanya menunjukkan kesiapan personel Dengegana saja, namun juga peralatan khusus (alsus) dan kendaraan taktis (rantis) yang akan terlibat dalam Ops Lilin Candi 2018. Di antaranya persenjataan lengkap dengan bodyvest dan helm, alat-alat breaching, serta Night Vision Google (NVG) digelar oleh Subden Wanteror.
Dalam kesempatan itu, Subden Jibom juga memamerkan kecanggihan teknologi robot-robot yang mereka miliki. Robot-robot itu adalah alsus baru yang siap membantu tugas unit Jibom.
Subden Jibom juga membuat inovasi dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar kita. Salah satunya tongkat narsis (tongsis) yang disulap menjadi sebuah mirror set.
“Ini adalah salah satu inovasi yang dilakukan oleh salah seorang anggota. Melihat banyaknya beredar tongsis di sekitaran kita, maka dia mempunyai gagasan untuk membuat mirror set dengan memanfaatkan tongsis dan cermin. Ini akan sangat membantu dalam pelaksanaan Ops Lilin Candi 2018 nanti dimana unit Jibom akan melaksanakan proses sterilisasi gereja-gereja di wilayah Jawa Tengah membutuhkan alat bantu deteksi berupa mirror set ini,” kata Masqudori di sela mengecek kesiapan alsus Jibom.
Subden KBR tak kalah pamor dengan memaerkan alat tak kalah canggihnya bernama Si Mata Dewa” (Verovision) dan LCD 3.3. Alat itu akan memberikan bantuan manakala dibutuhkan untuk mendeteksi area-area yang terpapar oleh zat kimia, biologi, dan radioaktif yang berbahaya.
(ang/dit)















