Banjir – Longsor Menerjang, Ratusan Warga Mengungsi

oleh
oleh

KEBUMEN – Hujan lebat selama dua hari di wilayah Kebumen menyebabkan  bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Paling parah tanggul Kali Telomoyo jebol selebar 50 meter menyebabkan sekitar 1.200 warga Desa Madureja dan Sidobunder, Kecamatan Puring, diungsikan.

Di Desa Madureja tanggul Sungai Telomoyo jebol kurang lebih sepanjang 50 meter mengakibatkan air masuk ke pemukiman warga. Ketinggian air 30 cm sampai  1 meter masuk ke dalam pemukiman sehingga mengakibatkan sekitar 995 warga mengungsi ke SD Madureja.

INFO lain :  Gegana Jateng Amankan Benda yang Diduga Granat di Temanggung

Sedangkan di Desa Sidobunder dampak jebolnya tanggul Sungai Telomoyo di Desa Madureja mengakibatkan genangan air setinggi  30 cm sampai 1 meter.  warga yang mengungsi kurang lebih 300 kepala keluarga di Rumah Panggung.

Sementara itu, salah satu warga Desa Krakal, Kecamatan Alian, Yuswanto (40), menuturkan kambingnya mati akibat terendam banjir setelah tanggul Sungai Kedung Bener jebol. Dia mengaku hanya bisa pasrah sembari berharap agar tanggul yang rusak itu segera diperbaiki.

INFO lain :  Bapak Anak Tewas Akibat Hirup Gas Beracun saat Kuras Sumur

“Ya hujan deras terus tanggul sungai jebol airnya merendam sini termasuk kandang. Kambing saya mati 16, warga lain juga ada yang kambingnya mati, total ada sekitar 30 kambing warga yang mati. Semoga tanggulnya cepat diperbaiki,” ucap Yuswanto.

Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto mengatakan, Akibat banjir tersebut, ratusan warga sempat diungsikan ke tempat yang lebih aman. Namun karena banjir sudah surut, saat ini warga sudah dikembalikan ke rumah masing-masing.

INFO lain :  Skenario "One way" Disiapkan untuk Tol dalam Kota Semarang


“Saat ini sudah surut, pengungsian di Desa Sidobunder, Madureja dan Krakal Alian sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan pembersihan. Apabila air kembali naik maka akan kembali ke titik pengungsian lagi,” tandasnya. (min)