Semarang –Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air masih menyisakan duka. Puluhan orang penumpang tewas dalam peristiwa memilukan itu. Bukan persoalan pesawat, bandara udara pun dinilai rawan terjadinya gangguan keaman.
Sebagaimana diungkapkan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius menyebut, bandara berpotensi menjadi salah satu target serangan teroris. Apalagi bandara internasional yang dimungkinkan menjadi salah satu target teror. Contoh kasus, diungkapkan Suhardi, seperti yang terjadi di Belgia tahun 2016 lalu.
“Bandara salah satu target. Di Belgia jadi evaluasi. Tidak hanya bandara, pelabuhan dan terminal, serangan itu kan menyasar korban masif,” kata Suhardi di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sata menghadiri simulasi penanganan aksi teror di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Rabu (31/10).
Ditegaskannya, dengan latihan dan simulasi yang terus dilakukan, tim diharapkan semakin siap jika menghadapi peristiwa teror.
“Kita juga sudah gelar di Palembang sebelum Asian Games. Kalau diulang, bisa menjadikan pemahaman utuh, sehingga kalau kejadian bisa langsung ambil peran masing-masing,” kata dia.
Simulasi digelar melibatkan sejumlah pihak. Simulai tidak mengganggu operasional bandara dan penumpang karena sudah ada pemberitahuan sebelumnya.
Simulasi digelar dengan adu tembak dan penanganan bom di terminal bandara pun berlangsung menegangkan. Aksi penyanderaan oleh sejumlah teroris di lantai 3 dan 2 dimana menjadi ruang tunggu penumpang terjadi.
Pelaku diperagakan, meminta sejumlah uang hingga minta disiapkan helikopter untuk kabur. Aksi tersebut sudah diketahui pihak TNI dan Polri kemudian dilakukan negosiasi lewat sambungan handytalky.
Selama proses negosiasi, tim tindak dari TNI dan Polri bersiap melakukan penyergapan. Dimulai dari melumpuhkan teroris di atap oleh sniper, kemudian penyergapan dilakukan oleh unit perlawanan teror Polri, unit Brigif Raider, dan unit satuan Bravo 90 Paskhas TNI AU yang masuk dari atas gedung dengan rapling dari helikopter.
Aksi tembak-tembakan terjadi dan satu teroris di lantai tiga tewas dan sisanya diamankan. Pelaku yang tersisa dan para sandera kemudian diamankan. Di waktu yang bersamaan di lantai dua tim juga melumpuhkan teroris yang menyandera para penumpang.
Tim Jihandak yang datang menyisir tas yang mencurigakan di bandara. Tas tersebut dibawa untuk dilakukan disposal.edit















