Kemensos Verifikasi Usulan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

oleh
KH Sholeh Darat diusulkan jadi pahlawan nasional
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng terima tim verifikasi dari Kemensos terkait usulan KH Sholeh Darat jadi pahlawan nasional

SemarangINFOPlus. Usulan KH Sholeh Darat jadi pahlawan nasional yang diajukan Pemkot Semarang direspon Kementerian Sosial. Kemensos kirim tim untuk melakukan proses verifikasi.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama jajaran menerima kunjungan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial RI di Kantor Wali Kota Semarang, kompleks Balai Kota Semarang, Selasa (14/7).

Kunjungan ini merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan atas usulan gelar pahlawan nasional bagi KH Sholeh Darat, ulama besar asal Kota Semarang yang hidup pada 1820–1903.

Tim TP2GP yang hadir antara lain Abdul Muis (Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial), Prof Yety Rochwulaningsih (sejarawan Universitas Diponegoro), Adoniati Meyria Widaningtyas (Dinas Sosial Jawa Tengah), serta Muhamad Agus Taufiq selaku ahli waris KH Sholeh Darat.

INFO lain :  HUT-ke 80 RI, Momentum Warga Kota Semarang Perkuat Persatuan untuk Kemakmuran Berkelanjutan

Tim ini diterima langsung oleh jajaran Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Semarang, yang beranggotakan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, akademisi, dan sejarawan dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang.

Agustina Wilujeng dalam sambutannya menyampaikan, bagi masyarakat Kota Semarang, nama KH Sholeh Darat bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sosok yang turut mempertahankan tata nilai dan budaya masyarakat di tengah masa penjajahan Hindia Belanda.

INFO lain :  Sekda Iswar Aminuddin Sebut ASN Kecamatan Kelurahan di Kota Semarang Tidak Netral

Ia menyebut KH Sholeh Darat berjasa menerjemahkan kitab-kitab keagamaan, termasuk Al-Qur’an, ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat, sehingga ajaran agama dapat menyebar luas hingga ke seluruh Jawa Tengah.

“Pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional bukan hanya semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, tapi lebih dari itu adalah sebuah ikhtiar untuk menghadirkan keteladanan yang memberi arah pada perjalanan perjuangan bangsa ini,” ujar Agustina.

Ia menambahkan, sejumlah murid KH Sholeh Darat seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, dan RA Kartini kelak dikenal sebagai tokoh nasional, dan jejak pemikiran beliau turut mengutip nama serta karya-karya sang guru.

INFO lain :  Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah Disahkan, Mbak Ita: Inventarisasi Aset Pemkot Semarang Bisa Maksimal

Pemkot Semarang menyatakan komitmennya mengawal seluruh tahapan pengusulan, mulai dari penyusunan dokumen, penguatan kajian akademik, hingga pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, sejarawan, dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, Abdul Muis mewakili TP2GP menjelaskan, berdasarkan hasil sidang TP2GP, terkait proses usulan KH Sholeh Darat dinyatakan memenuhi syarat dengan sejumlah catatan penyempurnaan, yang saat ini tengah ditindaklanjuti bersama tim akademik penyusun naskah.