Semarang – Banyaknya kecelakaan melibatkan kereta api, membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) bertindak. Atas kecelakaan di sejumlah perlintasan kereta, KAI merencanakan melakukan penutupan.
Sebagaimana diketahui, perlintasan kereta api tanpa palang pintu kerap menimbulkan korban jiwa jika terjadi kecelakaan. PT KAI wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 menargetkan, menutup 137 perlintasan KA liar. Hingga kini, sudah 126 titik perlintasan liar ditutup.
Sebanyak 378 perlintasan di antaranya tidak berpalang atau liar. Ada 109 perlintasan dijaga petugas KAI atau Dishub atau swasta. Kemudian 25 titik merupakan fly over dan underpass, 378 titik perlintasan liar tidak terjaga,” kata Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto, Rabu (31/10).
Suprapto mengatakan di wilayahnya yang membentang dari Cepu hingga Tegal terdapat total 512 perlintasan. Pihaknya melakukan penutupan perlintasan liar secara bertahap.
“Ditargetkan 137 perlintasan liar ditutup. Sampai bulan Oktober ini, telah berhasil melakukan penutupan perlintasan dengan pematokan sebanyak 126 titik,” tandasnya.
Penutupan perlintasan, kemarin dilakukan di 2 titik yaitu di antara Stasiun Brumbung (Demak) dan Tegowanu (Grobogan) tepatnya di KM 17+181 dan KM 17 +1/2. Suprapto menjelaskan penutupan perlintasan selalu berkoordinasi dengan unsur kewilayahan setempat.
“Kami berharap kepada para pengguna jalan raya yang akan melintas di perlintasan antara jalur rel dan jalan raya agar berdisiplin mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Berhenti di rambu tanda ‘STOP’, tengok kiri-kanan, apabila aman, bisa melanjutkan perjalanan,” imbau Suprapto.edit















