Mau Tahu Seputar Bayi Tabung. Ini Penjelasannya

oleh

Sedangkan selama prosedur pengambilan sel telur, dokter akan mencari folikel dalam rahim dengan menggunakan bantuan USG. Sel telur kemudian akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang memiliki rongga.

Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebagian wanita diberikan obat pereda nyeri sebelum dilakukan prosedur tersebut, namun bisa juga diberikan obat penenang ringan hingga dibius total.

Setelah itu sel telur segera dipertemukan dengan sperma pasangan—yang harus diambil pada hari yang sama. Kemudian disimpan di dalam klinik untuk memastikan perkembangannya maksimal.

Setelah embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma tersebut dianggap cukup matang, maka embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Dokter akan memasukkan semacam tabung penyalur yang disebut kateter ke dalam vagina hingga sampai ke dalam rahim. Guna memperbesar kemungkinan hamil, tiga embrio umumnya ditransfer sekaligus .

INFO lain :  11 Sumber Makanan ini Banyak Mengandung Vitamin D

Dua minggu setelah transfer embrio, maka pihak wanita akan diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Pembuahan Bayi Tabung

Pada dasarnya pembuahan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu inseminasi dan intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Inseminasi yaitu mencampur sperma dan sel telur sehat semalaman hingga menjadi embrio.

Sedangkan ICSI dilakukan ketika kualitas semen buruk atau proses pembuahan dengan cara inseminasi gagal. Perlu diingat bahwa tidak semua embrio dapat bertahan setelah proses pembuahan terjadi.

INFO lain :  Penyebab Kemandulan Pria dan Wanita

Tahap terakhir ini umumnya dilakukan dalam 3-5 hari setelah proses pengambilan telur hingga pembuahan, di mana embrio sudah mulai berkembang. Namun sebelum embrio dipindahkan ke dalam rahim, dokter dapat melakukan tes dengan mengambil sampel embrio untuk memeriksa adanya kelainan kromosom atau jika terdapat penyakit menular tertentu.

Saat embrio sudah siap dipindahkan, suntikan sedatif ringan akan diberikan di tubuh wanita. Dokter kemudian akan memasukkan kateter berisi beberapa embrio yang dilindungi cairan khusus melalui vagina menuju rahim.

INFO lain :  Perdana Menteri Bikin Heboh, Gara-Gara Tanpa Bra

Saat sudah mencapai rahim, embrio akan disuntikkan. Proses ini dinyatakan berhasil jika embrio tersebut tertanam di dinding rahim dalam waktu 6-10 hari setelah transfer embrio.

Setelah menjalani proses transfer embrio, tubuh calon bisa mengalami keluarnya cairan bening atau darah dari vagina, payudara terasa lebih lunak akibat tingginya kadar hormon estrogen, konstipasi, perut kembung, nyeri perut, pusing, muncul ruam pada kulit, dan perubahan suasana hati. Segera temui dokter jika kondisi atau rasa nyeri memburuk, atau jika mengalami efek lainnya, seperti perdarahan hebat dan demam.