Semarang – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Karangtempel di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang akhirnya bersedia direlokasi setelah tercapai kesepakatan mengenai lokasi baru.
“Sudah tidak ada keberatan lagi karena sudah ada titik temu langsung dengan Wali Kota, Dinas Perdagangan. Ini ada dari dewan juga,” kata Ketua Paguyuban PKL Karya Mandiri Rohmat Yulianto di Semarang, Senin (27/8/2018).
Hal tersebut diungkapkannya usai beraudiensi dengan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang membidangi PKL dan Dinas Perdagangan Kota Semarang di Gedung DPRD Kota Semarang.
Rohmat menyebutkan setidaknya ada 536 pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Karya Mandiri yang terdampak proyek normalisasi Sungai BKT yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dari 536 PKL yang tergabung dalam paguyuban tersebut, kata dia, ada 70 PKL yang memilih menempati lokasi lama relokasi, yakni Pasar Klithikan Penggaron atau Pasar Barito Baru.
“Ada yang minta sendiri di Pasar Barito Baru, ada 70-an pedagang, ya karena pertimbangan tempat tinggal, dan sebagainya. Selebihnya, di lahan baru yang disewakan Pemerintah Kota Semarang,” katanya.
Rencananya, ratusan PKL di wilayah Karangtempel itu akan menempati lahan sewa di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang yang kini sedang dalam proses pengerasan tanah.
“Intinya, PKL Karangtempel tidak ada keberatan lagi mengenai relokasi yang sudah direncanakan bersama ini. Sementara kan akan disewakan di kawasan MAJT dalam waktu tiga tahun,” katanya.
Dari progres yang disampaikan Dinas Perdagangan, kata dia, diperkirakan proses pengerasan tanah dan persiapan tempat baru bisa dirampungkan pada 4-5 September 2018.
“Ini kan masih diratakan, nanti 4-5 September mendatang baru selesai. Setelah itu, tahapan pengurus untuk cek lokasi, ada pengukuran lahan dengan kios yang ada di Karangtempel,” ujarnya.
Yang jelas, kata dia, para PKL Karangtempel siap pindah jika lokasi yang disediakan sudah siap karena pedagang juga bersedia membangun lapak-lapaknya secara swadaya.
“Berhubung waktunya mendesak, pedagang swadaya mau bangun sendiri lapak-lapaknya. Namun, kalau untuk infrastruktur pendukung, seperti jalan kan enggak mungkin pedagang bangun sendiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengapresiasi kesediaan PKL Karangtempel untuk direlokasi di lahan yang disepakati bersama.
“Alhamdulillah, PKL Karangtempel sudah mau pindah. Kami sewakan (lahan, red.) di kawasan MAJT. Pak Wali Kota juga sudah berkomunikasi, saat ini tahap pengerasan tanah,” katanya.














