Kepala Bidang Operasional, Dinas Kebakaran Kota Semarang, Trijoto Sardjoko menjelaskan, maraknya kebakaran di wilayahnya mayoritas disebabkan gesekan rerumputan dan sampah saat cuaca terik di siang hari.
“Jumlahnya ada 34 kasus yang kebakaran rumput, ilalang dan sampah,” terangnya, Selasa (7/8/2018).
Posisi kedua dipicu kebakaran bangunan rumah sebanyak 13 kali, listrik delapan kali, kompor tujuh kali dan sisanya kebakaran bangunan industri dan bangunan lainnya.
Dia juga meminta masyarakat mewaspadai arus pendek listrik. Dengan cara tidak menumpuk saklar.
“Ada baiknya PLN jika ada kebakaran untuk mematikan listrik di sekitar lokasi biar kami dapat segera memadamkan api,” tandasnya.edit
Sumber https://jatengtoday.com/hingga-juli-sudah-ada-58-kasus-kebakaran-di-semarang-13084















