Magelang – Kepolisian mengungkpa praktik aborsi yang dilakukan dukun di Magelang. Puluhan janin yang diduga hasil aborsi ditemukan dalam kantong tak jauh dari rumah sang dukun. Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan aborsi janin. Yakni dukun pijat Yamini (70), dan pasangan suami istri siri NH (41) dan M. Ketiganya saat ini ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Sementara, Polda Jawa Tengah hingga saat ini masih mengidentifikasi temuan 21 kantong yang diduga berisi janin korban aborsi. Kantong-kantong tersebut ditemukan di halaman belakang rumah Yamini (70), warga Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang yang juga tersangka dukun pijat aborsi.
Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Gede Yoga Sanjaya menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan satu kantong tambahan yang dikirim akhir pekan kemarin ke Polda Jateng.
“Termasuk satu kantong tambahan itu kita juga belum bisa memastikan apakah isinya janin korban aborsi atau bukan. Kita masih menunggu dari Polda,” kata Yoga, Senin (25/6/2018).
Terkait dengan rencana pengiriman sampel DNA dari dua tersangka aborsi lain, NH (41) dan M, menurut Yoga akan dilaksanakan Selasa (26/6) besok.
Sebelumnya, keluarga dan warga tetangga Yamini di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang tidak mengira sama sekali jika ibu tujuh anak itu akan berurusan dengan aparat penegak hukum. Apalagi keseharian wanita yang akrab disapa Mbah Yam itu juga hanya sebagai tukang pijat.
“Keluarga selama ini tahunya simbok hanya tukang pijat biasa. Pijat bayi yang baru lahir, pijat capet, kesleo. Jadi tukang pijat juga sudah puluhan tahun, sekitar 25 tahunan,” ujar menantu Mbah Yam, Eko Suwito.
Keluarga dibuat kaget ketika Senin (18/6) malam polisi mencokok Mbah Yam di kediaman sekaligus tempat praktik pijatnya. Polisi menangkap Mbah Yam karena diduga melakukan praktik aborsi.
Tidak hanya keluarga, para tetangga yang setiap hari melihat keseharian Mbah Yam juga sama kagetnya dengan penangkapan yang dilakukan oleh polisi. Banyak pasien yang juga kecelik ketika akan pijat kerumah Mbah Yam.
“Setiap hari, pasien yang pijat di rumah Mbah Yam itu kan banyak, rata-rata 10 orang. Ada bayi kesleo, kena sawan, atau orang dewasa kecapekan gitu pasti pijatnya ke Mbah Yam,” jelas Kepala Desa Ngargoretno, Dodik Suseno.
Jumlah pasien akan lebih banyak pada hari atau pasaran Jawa tertentu. Yakni di pasaran Kliwon, Pahing, dan Pon.
Menurutnya, Mbah Yam memang terkenal sebagai tukang pijat andal baik di Desa Ngargoretno maupun luar daerah. Sebagian besar pasien pijat mengaku cocok dan sembuh jika dipijat Mbah Yam.
















