Nasabah Bumiputera di Jepara dan Pati Mengeluh Pencairan Klaim Lambat

oleh

Pati – Sejumlah nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera di Jepara dan Pati, mengeluh tak segera menerima pencairan klaim asuransinya. Mereka mengaku klaim asuransi yang diajukan sejak awal 2018 lalu, belum dibayar hingga sekarang. Besaran klaim itu bervariasi. Mulai Rp 10 juta sampai Rp 200 juta.

Seperti keluhan salah satu nasabah, Sholkan (49), warga Jambu Mlongo, Jepara yang menjadi nasabah di Jepara. Dia bersama sejumlah temannya kesulitan mencairkan klaim asuransinya yang jatuh tempo akhir 2017 lalu di Bumiputera.

“Itu sudah 9 bulan lalu. Saya konfirmasi ke kantor cabang dijawab sudah diekuangan dan tinggal pencairan, tapi tidak jelas juga. Begitu saya tekan, cabang menyarankan konfirmasi ke Jakarta atau pusat. Saya telepeon Jakarta jawabnya sama dan diminta menunggu. Sampai awal puasa lalu belum ada pencairan,” kata Sholkan mengaku berhak atas Rp 60 juta klaim asuransinya, Selasa (5/6/2018).

INFO lain :  Ribuan Orang Iringi Pemakaman Ki Enthus Susmono

Sholkan mengaku hanya pasrah atas masalah itu, meski dirinya sangat membutuhkan dananya untuk biaya kuliah anaknya. Ia mengaku belum berfiikir menempuh upaya hukum.

“Kami coba persuasif dulu dan terus koordinasi dengan teman-teman,” kata dia.

Senada diakui, Nur Hayati, mantan agen Bumiputera Kantor Cabang Pati, mengakui adanya pencairan klaim asuransi. Warga Langenharjo RT 7 RT 2 Juwana Pati itu mengakui, klaim enam nasabah yang telah jatuh tempo dan diajukannya sampai kini tak jelas pencairannya. Padahaln biasanya, saat penebusan akan cair maksimal dalam waktu 7 hari kerja, setelah diajukan.

INFO lain :  Dua Pelaku Penyebar Adzan Jihad Diamankan

“Ada tanggung jawab moral ke nasabah, karena mereka tahunya ikut kami meski saya sudah purna. Pengajuan sebelum Maret 2018 lalu lancar, tapi sejak itu hingga kini belum cair dan tak jelas karena hanya diminta sabar,” kata dia mengaku pensiun 2005 lalu dan membawa sekitar 200 nasabah.

Nur menambahkan, rata-rata klaim nasabah yang diajukannya di atas Rp 100 juta.

“Kami sempat konfirmadi ke kantor Bumiputera Pati dan dijawab kondisi kurang bagus dan diminta menunda dan sabar. Dikatakan juga masih dalam proses penyehatan,”katanya.

INFO lain :  Tengah Malam Masih Terlihat, Subuh Sudah Raib

Terpisah diakui Sri Hartini, warga Langenharjo Juwana Pati yang terakhir menjadi agen Bumiputera 2016 lalu dan membawa ratusan nasabah. Dia mengakui, pengajuan delapan nasabah yang dilakakukannya sejak Februari lalu hingga kini belum cair dan belum jelas kepastiannya.

“Delapan yang sudah habis kontraknya. Mereka warga Juwana Pati. Nilainya ada yang Rp 5 juta sampai ratusan juta. Asa yang ikut program beasiswa, mitra cerdas, hari tua dan lainnya. Itu diluar yang tidak diajukan nasabah sendiri,” kata dia.