Sri mengaku bingung harus berbuat apa, karena Buniputera tak memberikan kepastian nasib pencairan klaimnya.
“Bumiputera sendiri menjawab tidak tahu sampai kapan. Mereka tidak bisa pastikan. Ke jakarta juga sama. Nasabah sudah lapor pengaduan ke OJK pusat. Tapi tidak ada tanggapan,” kata dia.
Sementara saat berusaha dikonfirmasi perihal keluhan tersebut kepada Prawoto, Kepala Cabang Bumiputera di Pati. Namun nomornya sudah tidak bisa dihubungi. Informasi yang dihimpun, tak hanya mereka berlima yang mengeluh penundaan pencairan itu. Ribuan nasabah lain memilih menunggu, daripada uang mereka tidak kembali.
Sementara sebagaimana diberitakan, riuh penyelamatan AJB Bumiputera sepertinya masih terus berlanjut. Otoritas Jasa Keuangan meminta pemegang polis agar tetap tenang.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebut, saat ini, pihaknya terus bersungguh-sungguh dalam menyiapkan program penyehatan.
“Proses ini diharapkan berjalan cepat, efektif dan komprehensif, serta mampu melindungi pemegang polis dan industri asuransi,” katanya, Februari lalu.
Dia mengakui, berdasarkan evaluasi, program penyehatan AJB Bumiputera sebelumnya tidak dapat berjalan sesuai yang diharapkan, sehingga harus dilakukan program penyehatan yang komprehensif.edi















