Menurut dia, dari keterangan keluarga, korban diduga kuat sengaja mengakhiri hidupnya. Hal itu diduga dipicu rasa depresi berat karena tak tahan dengan keadaannya yang didera sakit menahun.
Kapolsek menguraikan korban selama ini diketahui hidup bersama istrinya. Kondisinya yang sudah sakit-sakitan memaksanya hanya bisa terbaring pasrah tanpa bisa beraktivitas maupun bekerja.
Kondisi itulah yang dimungkinkan memicu rasa depresi berat hingga akhirnya membuat korban putus harapan. Menurut Kapolsek, jasad korban berhasil dievakuasi beberapa saat kemudian. Dari hasil olah TKP dan visun medis, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.
“Sebelumnya korban memang sudah beberapa kali mengutarakan rasa putus asanya. Dia sakit menahun tak kunjung sembuh. Dia juga sudah beberapa kali mencoba bunuh diri tapi digagalkan dan ternyata kejadian juga tadi pagi,” Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono.
Kapolsek menambahkan, pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad korban akhirnya langsung diserahkan ke kerabat untuk dimakamkan. “Pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah dan tadi jenazah langsung dimakamkan,”pungkas AKP Mujiono.(edi)
















