Depresi, Warga Karangmalang Nekat Bunuh diri Terjun ke Sumur 

oleh

Sragen – Depresi memang tidak mempunyai wajah. Namun kebanyakan orang yang depresi dapat diketahui dari keluhan maupun mimik wajah sedih yang selalu ditampakan. Namun, tidak jarang akibat depresi berakhir dengan bunuh diri.

Istilah tersebut nampaknya menjadi gambaran di balik kisah tewasnya Ngadiyo warga Dukuh Sumbermulyo Desa Kedung Waduk Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.

Pria yang telah berusia 45 tahun ini diduga nekat melakukan aksi bunuh diri,dengan cara menyeburkan diri ke dalam sumur milik Senen (58) tetangga yang berada di sebelah rumahnya pada Sabtu (26/5/2018).

Dari keterangan keluarga, korban diduga kuat sengaja mengakhiri hidupnya. Hal itu diduga dipicu rasa depresi berat karena tak tahan dengan keadaannya yang didera sakit menahun.

INFO lain :  Penurunan Tanah di Kawasan Pantura Cukup Mengkhawatirkan

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa inipun langsung membuat warga heboh dan melaporkannya kepada aparat kepolisian Polsek Karangmalang, Polres Sragen.

Menurut keterangan Senen, pemilik sumur, tiba tiba terdengar suara “blung.” dari belakang rumah warga bernama Senen. Lantaran penasaran dengan suara yang terdengar seperti benda jatuh tersebut. Senen kemudian mengecek ke belakang rumahnya.

Saat itu, Senen mengaku langsung melihat penutup sumur yang terbuka separo.

“ Padahal penutup asbes ini selalu saya tutup rapat, curiga,“ kata Senen saat dikonfirmasi Kapolsek Karangmalang AKP Mujiono.

INFO lain :  Dapat Tambahan Pupuk Subsidi 6.210 Ton

“Saat itu saya langsung melihat ke dalam sumur. Saya kemudian memanggil istri saya, dan mengecek sumur,“ imbuh dia.

Lantaran sumur tersebut sangat dalam, Senen kemudian meminta bantuan warga lain, untuk mengecek kondisi dalam sumur yang memiliki kedalaman lebih dari 20 meter tersebut.

Dengan cara menggunakan jangkar yang diikat pada seutas tali, kemudian warga menggoyangkan jangkar tersebut, dan menyangkut pada sesuatu. Saat jangkar diangkat, ternyata nampak tubuh korban.

Sementara itu, evakuasi pengangkatan jasad korban dipimpin Kapolsek Karangmalang AKP Mujiono . Evakusai melibatkan Tim Sar Himalawu Sragen dan PMI Sragen. Selang beberapa saat kemudian, jasad korban dapat diangkat.

INFO lain :  Penyembelihan Kurban Harus Kedepankan Protokol Kesehatan

Dalam pemeriksaan yang dilakukan inafis dan team medis, tidak ditemukan tanda akibat penganiayaan. Ada luka pada mulut sebelah kanan korban, namun hal itu disebabkan karena luka tergigit gigi korban.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono menyampaikan sesaat usai mendapat laporan, pihaknya bersama tim langsung menuju lokasi. Dengan berkoordinasi bersama Tim SAR Himalawu, PMI dan relawan lainnya, kemudian dilakukan evakuasi mengangkat jasad korban dari kedalaman.