Magelang – Kecelakaan melibatkan bus pariwisata SMA 2 Magelang dengan truk tronton bermuatan minyak terjadi di jalan tol Ngawi-Kertosono KM 586 Desa Kasreman Kecamatan Geneng, Kamis (5/4/2018). Satu orang meninggal dan 3 orang mengalami luka. Korban meninggal dunia bernama Amben (42) warga Rembang Jawa Tengah, yang merupakan kernet bus pariwisata.
“Satu orang yang meninggal kernet bus, dan 3 yang luka di bawa ke RSUD Caruban Madiun,” kata Nugroho (40), seorang saksi di lokasi.
Bus pariwisata tersebut mengangkut 50 penumpang dari SMA 2 Magelang yang baru saja usai berekreasi ke Bali. Saat ini semua penumpang dievakuasi ke Rumah Makan Putra Jawa Timur dengan bus milik rumah makan tersebut. Korban meninggal telah dibawa ke kamar jenazah RSUD Caruban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bus pariwisata bernopol K 1627 GD itu menabrak truk tronton bernopol L 8288 UB yang sedang memuat minyak goreng kemasan. Kedua kendaraan itu sama-sama melaju dari arah timur atau Madiun.
Atas kejadian itu, dua orang guru pendamping dan dua orang siswa SMAN 2 Kota Magelang menjalani perawatan intensif di RSUD Caruban, Madiun. Mereka yaitu guru pendamping sekaligus Waka Kesiswaan, Nuli Mursirini dan guru pendamping sekaligus Pembina OSIS, Sandhika Eka.
“Kemudian dua siswa atas nama Muhammad Herza dan Zaky Raja,” jelas Humas SMAN 2 Kota Magelang, Ch Eka Yuliati kemarin.
Eka mengatakan, SMAN 2 Kota Magelang memang tengah melaksanakan kegiatan wisata budaya dengan tujuan Pulau Bali. Rombongan yang terdiri dari 271 siswa kelas XI dan 16 guru pendamping berangkat sejak Minggu (1/4).
Sesuai jadwal, hari ini adalah kepulangan rombongan dari Bali. Tapi kami mendapatkan kabar bahwa pukul 04.30 WIB bus nomor 2 dari keseluruhan 6 bus mengalami kecelakaan di jalan tol antara Nganjuk dan Ngawi.
“Bu Nuli mengalami luka pada bagian kepala sedangkan Pak Sandhika luka pada bagian tangan dan kaki karena kena pecahan kaca. Sementara dua siswa luka pada bagian apa kami belum tahu, tapi yang pasti sudah tertangani,” kata Eka.
Menurutnya, keempat korban tersebut saat ini dalam kondisi sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Hanya saja, masih membutuhkan perawatan lebih lanjut.
“Info terakhir, Bu Nuli dan Zaky masih harus dirawat di untuk observasi lanjutan. Sedangkan Pak Sandhika dan Muh Herza bisa dibawa pulang, dalam artian dipindah perawatan ke rumah sakit di Magelang,”katanya.edi
















