2017, BRT Semarang Belum Optimal

oleh
BRT Trans-Semarang.
Semarang, (INFOPlus) – Moda transportasi massal merupakan sektor pelayanan publik yang sangat vital di kota besar, termasuk Semarang yang sudah memiliki Bus Rapid Transit (BRT) Transsemarang.

Sebagai moda transportasi massal yang diandalkan di Kota Semarang, BRT Transsemarang kini sudah mengoperasikan enam koridor, dua koridor di antaranya baru resmi dioperasikan pada tahun ini.

Empat koridor yang sudah lebih dulu, yakni Koridor I melayani rute Mangkang-Penggaron, Koridor II rute Terminal Terboyo-Sisemut, Ungaran, Koridor III rute Pelabuhan-Sisingamaraja, dan Koridor IV rute Cangkiran-Bandara.

Dua koridor yang baru dioperasikan menyusul tahun ini, yakni Koridor V melayani rute Meteseh-PRPP dan Koridor VI yang menghubungkan akses Universitas Negeri Semarang (Unnes) Gunungpati dengan Universitas Diponegoro Semarang (Tembalang).

INFO lain :  Kecelakaan Beruntun Libatkan Tujuh Kendaraan di Semarang, Dua Tewas

Sejak dioperasikan 2010 sampai sekarang, berbagai pengembangan telah dilakukan pengelola, yakni Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang dengan pengoperasian masing-masing koridor yang dikerjasamakan pihak ketiga.

Koridor I dioperasikan oleh PT Trans Semarang, Koridor II dioperatori PT Surya Kusuma Semarang, Koridor III oleh PT Mekar Flamboyan SM Jaya, dan Koridor IV dioperasikan oleh PT Matra Semar Semarang.

Sementara dua koridor BRT Transsemarang yang baru resmi beroperasi tahun ini, yakni Koridor V dan VI dioperasikan oleh PT Minas Makmur Jaya.

INFO lain :  Nasib PKPU Dirut PT Sritex Ditentukan Pekan Depan

Beragam komplain juga mewarnai pelayanan BRT Transsemarang, mulai keluhan sopir yang ugal-ugalan, waktu tunggu armada yang masih lama, pelayanan petugas, hingga fasilitas yang dirasa kurang oleh masyarakat.

Tak main-main, BLU UPTD Trans Semarang pun mengakui dari hasil evaluasi hingga triwulan ketiga tahun ini ada 459 keluhan yang masuk dari konsumen dan sudah dilakukan tindak lanjut untuk pembenahan.

Seperti diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BLU UPTD Trans Semarang Ade Bhakti bahwa keluhan terbanyak dari 15 item keluhan adalah perilaku sopir, seperti ugal-ugalan, merokok di dalam bus, hingga berkata kasar.

INFO lain :  Judi Online Warnet Cyber Solo, Terdakwa Dijerat UU ITE

“Sopir yang ugal-ugalan, dan sebagainya kami rekomendasikan untuk diberhentikan dan sudah dilakukan. Kami lakukan `blacklist` terhadap 22 nama sopir dan mengeluarkan 28 petugas tiket yang melanggar,” tegas Ade.

Tindakan tegas yang dilakukan ternyata berdampak terhadap meningkatnya jumlah penumpang sehingga ke depannya BLU UPTD Trans Semarang berencana membuka dua koridor baru, yakni Koridor VII dan VIII.

Rencananya, Koridor VII yang melayani rute Teminal Terboyo-Balai Kota Semarang dan Koridor VIII yang melayani Cangkiran-Jalan Pemuda Semarang akan dioperasikan BLU UPTD Transsemarang pada 2018.