SEMARANG,INFOPlus – KAI Daop 4 Semarang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan social engineering yang memanfaatkan fasilitas PayLater untuk pembelian tiket kereta api.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif dalam rilisnya, Senin(14/9) mengatakan pelaku biasanya membujuk korban dengan iming-iming komisi atau keuntungan instan agar menggunakan limit PayLater miliknya untuk membeli tiket.
“Setelah tiket terbit, pelaku memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk memproses pembatalan tiket (refund). Akibatnya, uang pengembalian dana mengalir ke rekening pelaku, sementara korban tetap dibebani tagihan cicilan PayLater beserta bunganya,” jelas Luqman.
Ia menegaskan, modus tersebut bukan karena adanya celah keamanan sistem tiket KAI, melainkan murni rekayasa sosial yang memanfaatkan kelengahan korban.
KAI mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur tawaran komisi, tidak membelikan tiket untuk orang yang tidak dikenal menggunakan fasilitas finansial pribadi, serta tidak memberikan password, PIN maupun kode OTP kepada siapa pun.
Masyarakat juga disarankan melakukan pemesanan secara mandiri melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi KAI.
Ia menghimbau kepada masyarakat bila menjadi korban hendaknya segera lapor kepada kepolisian dan penyedia platform terkait. Sementara itu Informasi resmi KAI dapat diperoleh melalui 121, WhatsApp 0811-2223-3121, email cs@kai.id, dan media sosial @KAI121.(*)















