Semarang – Sebanyak sekitar 27 persen pengguna narkotika di wilayah Jawa Tengah diketahui berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Data itu diperoleh atas selama kurun waktu 2017 dan sampai pertengahan 2018. Disebutkan, di Jawa Tengah angka penyalahgunaan narkoba mendekati kisaran angka 300.000 jiwa.
Hal itu diungkapkan dalam upacara Peringati Hari Anti Narkotika International di halaman kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (12/7/2018). Narkotika selama semakin merusak generasi bangsa di seluruh dunia.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memimpin upacara mengatakan, sudah saatnya semua elemen masyarakat terlibat membantu aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran narkoba. Menurutnya, Jateng juga sudah bisa dikategorikan darurat narkoba.
Sebab, hampir setiap hari atau setiap pekan, pihak kepolisian atau Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng menangkap pelaku peredaran narkotika. Terakhir, ditangkapnya seorang kurir sabu asal Thailand di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.
“Ada 27 persen dari 300 ribuan korban peredaran narkoba itu adalah pelajar dan mahasiswa. Artinya, generasi muda kita di Jawa Tengah terancam. Secara nasional, kurang lebih 50 orang per hari meninggal dunia karena narkoba. Kondisi ini mendorong keseriusan kita semua, untuk peduli terhadap narkoba. Dan ini tidak bisa diselesaikan BNN sama polisi saja. Maka, masyarakat dan kelompok agama serta semua pihak mesti ikut. Kalau tidak, makin bahaya,” kata Ganjar usai memimpin upacara.
Upaya memberantas narkotika tidak terus dilakukan tanpa henti. Diantaranya upaya pemerintah membentuk badan pemberantasan narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) di masing-masing provinsi se-Indonesia.
Perlu disadari, bahaya narkoba yang membuat hancur masa depan penggunanya dan dapat mematikan kreatifitas anak muda Indonesia. Serta menciptakan generasi kriminal, karena para pengguna akan mencari jalan pintas dalam usaha mereka memperoleh barang haram ini.
Hadir dalam upacara, Gubernur Jawa Tengah,Wakapolda Jateng, Kepala BNN Jateng, Sekda Jateng, Asintel Kodam mewakili Pangdam, para Asisten Gubernur, Ketua MUI Jateng, Kanwil Kumham diwakili Kadiv Pas Kumham, Aspidum mewakili Kajati Jateng.(edit)















