
Semarang, 12 Juni 2026- Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan dan profesionalisme lulusan dengan mendorong sinergi yang lebih erat bersama alumni. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Musyawarah Ikatan Alumni BK (IKA BK) UPGRIS yang digelar di Aula Gedung Utama, Jumat (12/6/2026).
Ketua Program Studi BK UPGRIS, Dr. Dini Rakhmawati, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kampus tidak dapat dilepaskan dari kontribusi alumni yang tersebar di berbagai bidang.“Pengembangan kampus tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan alumni sebagai mitra strategis. Oleh karena itu, ke depan kami akan menyiapkan berbagai kegiatan ilmiah yang bersinergi dengan IKA BK, seperti pelatihan, seminar, dan program pengembangan lainnya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa maupun alumni,” ujarnya.
Menurut Dini, sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik sekaligus menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Ia juga menyambut baik kepemimpinan baru IKA BK UPGRIS di bawah Tulus Wardoyo sebagai momentum mempercepat kolaborasi.
Selain fokus pada pencetakan guru BK atau konselor profesional, Prodi BK UPGRIS juga terus mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan inti di bidang bimbingan dan konseling, tetapi juga keterampilan pendukung yang bersifat aplikatif.“Kami memberikan berbagai pelatihan tambahan seperti pengembangan media BK, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, termasuk media berbasis enterpreneur. Selain itu, mahasiswa juga dibekali sertifikasi sebagai trainer outbound dan trainer pengembangan diri. Harapannya, lulusan BK UPGRIS memiliki keunggulan kompetitif dan mampu berkiprah di berbagai bidang, tidak terbatas hanya pada profesi guru BK,” jelasnya.
Dukungan terhadap langkah Prodi BK tersebut juga datang dari kalangan alumni. M. Sahal Khotim, S.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap pengembangan program yang dinilai semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Saya merasakan langsung manfaat pendidikan di UPGRIS, bahkan sejak masih bernama IKIP PGRI. Meskipun saat ini saya tidak berprofesi sebagai guru BK, ilmu yang saya dapatkan tetap sangat bermanfaat di berbagai bidang. Program pengembangan seperti ini sangat penting agar mahasiswa memiliki banyak pilihan dalam mengembangkan karier,” ungkapnya.











