Semarang – INFOPlus. Peneliti Universitas Diponegoro atau Undip berhasil membuat inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, Nutri Sun D3, pangan cegah stunting dan bermanfaat untuk balita di kondisi darurat bencana.
Inovasi Nutri Sun D3 ini merupakan hasil penelitian yang diketuai oleh Gemala Anjani, SP, M.Si, PhD, dengan anggota Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, S.TP., M.Si., Ahmad Syauqy, S.Gz., M.P.H., Ph.D., Dietisien Departen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Undip.
Hasil inovasi tersebut dipaparkan pihak Undip dalam media gathering bertema Undip Jalin Sinergitas dengan Wartawan, Sebarkan Inovasi Bermartabat dan Bermanfaat untuk Masyarakat. Berlangsung di Ruang Sidang Rektor Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus Undip Tembalang, Kamis (12/3) dan dihadiri lebih dari 30 wartawan dari media lokal maupun nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa kampus dan media memiliki peran yang sama dalam menyampaikan kebenaran kepada publik.
“Kalau jurnalis menyampaikan kebenaran jurnalistik melalui proses verifikasi, maka kampus menyampaikan kebenaran ilmiah melalui riset. Karena sama-sama berurusan dengan kebenaran untuk memberi pencerahan kepada publik, maka kampus dan media memang sudah seharusnya bekerja sama,” ujar Wijayanto.
Ia menyampaikan bahwa sebagai universitas riset, Universitas Diponegoro terus mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Proses reproduksi ilmu pengetahuan yang dilakukan di universitas harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah mengapa inovasi menjadi nafas para ilmuwan Undip untuk berkarya,” jelasnya.
Berbagai inovasi yang dikembangkan oleh peneliti Undip telah memberikan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat, mulai dari teknologi desalinasi air laut menjadi air minum bagi masyarakat pesisir hingga inovasi di bidang pangan dan kesehatan.
Salah satu peneliti yang juga pakar Ilmu Pangan Fakultas Kedokteran Undip, Fitriyono Ayustaningwarno membeber hasil inovasi timnya.
“Produk Nutri Sun D3, yaitu makanan pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal yang dikembangkan untuk membantu pencegahan stunting sekaligus mendukung penyediaan pangan pada situasi darurat bencana,” katanya.
Dijelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat berdampak pada penurunan kemampuan kognitif, gangguan perkembangan fisik, hingga menurunnya produktivitas saat dewasa.















