BPOM Dorong Edukasi Konsumen, Sido Muncul Perkuat Riset Herbal Lewat Laboratorium Farmakologi

oleh

UNGARAN,INFOPlus – Edukasi konsumen dan penguatan riset ilmiah menjadi sorotan utama dalam pengembangan industri kesehatan dan herbal di Indonesia. Di tengah derasnya informasi di media sosial, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih produk yang aman, legal, dan berbasis bukti ilmiah.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. ketika meresmikan Laboratorium Farmakologi yang akan menjadi pusat penelitian untuk mengembangkan produk herbal berbasis bukti ilmiah, Selasa(9/6,2026) di pabrik Sido Muncul, Bergas Ungaran Kabupaten Semarang.

Taruna Ikrar, menegaskan setiap produk yang telah memiliki izin edar telah melalui proses evaluasi ketat dari aspek keamanan, mutu, dan manfaat sebelum dipasarkan.
Ia juga kembali mengingatkan pentingnya literasi konsumen melalui prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

INFO lain :  Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Kendal, 52 Siswa Reaktif Covid-19

“Kalau sudah memiliki nomor izin edar BPOM, itu berarti sudah melalui proses penilaian yang ketat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi keberadaan laboratorium farmakologi tersebut, yang dinilai masih jarang dimiliki industri herbal, bahkan di tingkat internasional. Taruna Ikrar menyebut langkah itu sebagai bentuk keseriusan industri dalam membangun produk berbasis data ilmiah.

INFO lain :  Pemkab Kendal gelar pelatihan analisis capaian rapor pendidikan

Ia kembali menegaskan bahwa seluruh produk berizin BPOM telah melalui tahapan evaluasi berlapis, sehingga masyarakat hanya perlu memastikan legalitas dan masa kedaluwarsa sebelum mengonsumsi produk.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan disebut menjadi kunci untuk memperkuat industri herbal nasional. Dengan pendekatan berbasis riset dan edukasi publik, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadikan produk herbal sebagai komoditas berdaya saing global.

Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat, menyebut langkah ini sebagai fase baru dalam pengembangan industri jamu modern yang berbasis sains.

INFO lain :  Usai Panen Jagung, Mbah Redi Tewas di Sungai

“Kami ingin memastikan setiap manfaat produk benar-benar bisa dibuktikan secara ilmiah melalui riset yang berkelanjutan,” katanya.

Laboratorium tersebut telah digunakan untuk berbagai penelitian sejak lama, mulai dari uji keamanan, toksisitas, hingga penelitian farmakologi jangka panjang. Salah satu produk yang pernah diteliti adalah Tolak Angin, yang menunjukkan hasil aman dalam pengujian jangka panjang tanpa efek toksik pada organ vital.

Menurut Irwan, penguatan riset penting agar produk herbal Indonesia tidak hanya mengandalkan tradisi, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat sehingga lebih dipercaya di pasar global. (Kar/Prie)