SEMARANG,INFOPlus– Perekonomian Jawa Tengah pada 2025 tetap tumbuh positif di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,37 persen (year on year), didorong oleh konsumsi domestik dan investasi yang tetap kuat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho, mengatakan investasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan. Hal ini tercermin dari besarnya kontribusi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dalam struktur ekonomi daerah.
“Iklim investasi di Jawa Tengah semakin atraktif, didukung sektor unggulan seperti manufaktur, energi terbarukan, pertanian, industri pengolahan, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” jelasnya dalam konferensi pers di Gedung BI Semarang, Rabu (29/4).
Ia menyebutkan minat investor terus meningkat. Hal itu terlihat dari capaian Central Java Investment Business Forum (CJIBF) sebelumnya yang menghasilkan 60 Letter of Intent (LoI) dengan nilai Rp75,03 triliun.
Untuk mendorong realisasi investasi, BI Jateng kembali akan menggelar CJIBF 2026 pada 11–12 Mei 2026 di Semarang. Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor.
Selain investasi, penguatan ekonomi juga dilakukan melalui pengembangan UMKM. BI Jateng akan menyelenggarakan UMKM Grande 2026 pada 7–11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang.
Kegiatan ini menghadirkan 75 UMKM unggulan dari berbagai sektor, seperti fesyen, kriya, furnitur, serta makanan dan minuman olahan. Sejumlah agenda disiapkan, antara lain pameran, business matching, edukasi keuangan, workshop, hingga kompetisi kopi.
UMKM Grande merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun ke-8. Kegiatan ini mengusung konsep penguatan UMKM berbasis keberlanjutan, digitalisasi, dan perluasan pasar ekspor.
Melalui penyelenggaraan CJIBF dan UMKM Grande, BI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta meningkatkan daya saing daerah.(Kar/Prie)















