Batang – INFOPlus. Anggota DPR RI, Prof Hendrawan Supratikno mengakhiri masa jabatannya dengan momen yang penuh makna di wilayah daerah pemilihan Jawa Tengah X di Kabupaten Batang.
Dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diadakan di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang pada Minggu (28/7), Prof Hendrawan Supratikno berpamitan dengan konstituen setianya.
“Saya mengadakan sosialisasi empat pilar di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang. Ini kegiatan MPR yang memang sengaja saya tempatkan di DPC sekaligus dalam rangka pamitan,” ungkap dia.
“Keanggotaan saya di Legislatif akan berakhir 30 September 2024 nanti. Tinggal 2 bulan lebih sedikit. Sebagai orang yang sudah dipercaya mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah 10 meliputi Batang, Pekalongan, dan Pemalang, maka kalau datang tampak muka, kalau mau pergi juga harus tampak punggung, pamitan baik-baik supaya santun,” sambungnya.
Prof Hendrawan menekankan pentingnya membangun keadaban politik dan etika dalam berpolitik. Ia berpesan bahwa kepergiannya dari DPR RI bukan berarti akhir dari silaturahmi dan persahabatan dengan konstituennya.
“Sebagai anggota DPR, bukan sebagai kader PDI Perjuangan, bukan berarti persahabatan kita berakhir. Silaturahmi bukan, tapi 30 September itu penanda bahwa saya sebagai anggota DPR sudah selesai,” jelasnya.
Hendrawan juga memberikan pesan penting kepada masyarakat Batang tentang perkembangan pesat daerah mereka.
“Kabupaten Batang ini akan menjadi kota yang sangat dinamis. Ada Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang diresmikan oleh Presiden pada 26 Juli kemarin. Perusahaan-perusahaan kelas internasional akan masuk, termasuk industri sepatu dan perusahaan mikroprosesor. Ini luar biasa. Oleh sebab itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) Batang harus ditingkatkan agar tidak hanya menjadi penonton,” pesannya.
Menjelang Pilkada serentak 2024, Hendrawan juga memberikan pesan-pesan politik yang bijak.
“Batang adalah salah satu dari lebih dari 500 daerah yang akan melaksanakan Pilkada. Saya kira akan kondusif. Sampai hari ini, calon-calonnya masih wait and see. Tapi saya sampaikan pesan kepada kader-kader, jaga kekompakan. Prinsip kita adalah solid ke dalam, bonafide keluar. Kalau kita tidak solid di dalam, bagaimana rakyat bisa mempercayakan suaranya kepada PDI Perjuangan?” beber dia.
Pamitan Prof Hendrawan Supratikno bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan manifestasi dari komitmennya untuk tetap menjaga hubungan baik dan membangun keadaban politik yang beretika di tengah dinamika politik Indonesia.
















