Salatiga – INFOPlus. Seorang warga Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, ditemukan tewas tenggelam di Embung Tosoro, Jumat (20/7) malam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
Korban diketahui bernama Subari (58), warga Dusun Tosoro RT 15 RW 6 Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Kapolsek Getasan Iptu Ari Parwanto mengatakan, korban sebelumnya sempat dicari pihak keluarga karena seharian tidak kunjung pulang dari kebun cabai.
“Menurut keterangan keluarga, korban pamit dari rumah dengan menggunakan sepeda motor dan membawa sebilah sabit dan galon bekas untuk mencari rumput pakan ternak dan menyiram kebun cabai miliknya,” kata Iptu Ari Parwanto, Sabtu (21/7).
Dinanti cukup lama, korban Subari tak kunjung pulang ke rumah. Agus Asrori (33), anak korban, akhirnya melaporkan hal itu ke Polsek Getasan.
Polsek Getasan kemudian berkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Semarang dibantu warga untuk bersama-sama mencari korban.
Kapolsek Ari Parwanto menyebut dari keterangan saksi, korban diduga berada di sekitar Embung Tosoro. Hal ini diperkuat dengan temuan kendaraan milik korban lengkap dengan rumput yang terikat, sabit dan galon.
“Saksi mencoba memanggil dan mengecek di Embung Tosoro, namun tidak membuahkan hasil dan melaporkan ke perangkat desa selanjutnya meneruskan ke Polsek Getasan,” bebernya didampingi Kanit Reskrim Ipda Agnes Eko Kristianto.
Di embung seluas sekitar lapangan sepak bola mini itu, tim gabungan dari Polsek Getasan, petugas BPBD, Damkar dan warga kemudian mengurangi volume air dengan membuka pembatas atau pintu embung. Petugas juga menyelam ke dasar embung sedalam 4 meter.
“Bersama BPBD, Damkar dan masyarakat kami mencoba mencari korban di dasar embung. Dikarenakan lapisan embung dilapisi plastik tebal, dan terdapat jejak gesekan kaki, kami menduga korban terpeleset saat mengambil air untuk menyiram tanaman cabai miliknya,” terang dia.
Pencarian membuahkan hasil. Korban Subari ditemukan namun sudah dalam kondisi meninggal dunia, Jumat malam sekira pukul 21.38 WIB.
Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Getasan untuk dilakukan pemeriksaan atau visum luar. Menurut petugas medis Puskesmas Getasan, korban meninggal karena tenggelam dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Dan pihak keluarga meminta agar tidak dilakukan autopsi, dikuatkan dengan surat pernyataan menerima kejadian yang menimpa korban.
“Jenazah orang tua saya langsung kami bawa ke rumah untuk dimakamkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Getasan, BPBD dan Damkar Kabupaten Semarang, serta warga sekitar yang membantu menemukan orang tua saya,” ucap Agus Asrori. (AK) []
















