Kapolda Jateng dan Pangdam Muter, Pantau Pilkada di Jateng

oleh

Semarang – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono bersama dengan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Wuryanto memantau sejumlah lokasi pemungutan suara Pilkada di Jawa Tengah. Pemantauan dilakukan di sejumlah TPS yang dinilai rawan. Salah satunya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Semarang, Rabu (27/6/2018).

Pantauan dilakukan keduanya didampingi anggotanya sejak pukul 08.00 WIB. Dimulai dengan mendatangi TPS Khusus yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Kedungpane Semarang.

Lapas tersebut dihuni 721 narapidana dan warga binaan yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Panitia Pemungutan Suara (PPS) Ngaliyan Semarang mendirikan 3 TPS di lokasi ini.

INFO lain :  Nasabah Bank Mandiri Semarang Protes, Saldo Hilang Misterius

Di Lapas Kedungpane juga terdapat tujuh napi kasus terorisme. Namun hanya satu yang menggunakan hak pilihnya. Sebagian dari mereka tidak menggunakan hak pilihnya, karena bukan warga Jawa Tengah dan karena faktor lain.

“Ini kan TPS Khusus. Info awal napi teroris menolak memilih, tapi tadi dari pak Kalapas menyebut karena bukan warga Jateng dan ada yang divonis hukuman seumur hidup dan hukuman mati. Ada juga yang karena belum punya KTP elektronik,” kata Condro Kirono.

INFO lain :  Anggaran Pilkada Tak Bisa di Otak-Atik

Usai menyambangi Lapas Kedungpane Semarang, pantauan dilanjutkan ke Magelang dengan menggunakan Heli MI-2 milik TNI Angkatan Darat.

Di Magelang, Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro melihat TPS di Srumbung yang masuk kategori rawan bencana di daerah dimana TPS dan pemukiman warga sekitar masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) tingkat 3 karena berjarak 8 kilometer dari Gunung Merapi yang saat ini berstatus waspada.

INFO lain :  Sinar Jaya Tabrak Truk Pengangkut Kayu, 2 Tewas

Di Kabupaten Magelang ini, warga harus mencoblos dua surat suara yakni Gubernur-Wakil Gubernur Jateng dan Bupati-Wakil Bupati.

Pangdam IV Diponegoro Mayjen Wuryanto bersyukur karena kondisi alam dan cuaca pada hari ini seperti mendukung perhelatan pesta demokrasi di Jawa Tengah.

“Bersyukur Merapi nya sedang tenang meski status masih Waspada. Warga juga tidak ada yang mengungsi, jadi hampir secara keseluruhan warga antusias datang ke TPS untuk mencoblos”, terang Pangdam IV Diponegoro Mayjen Wuryanto. (edit)