Jakarta, GATRAnews – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta TNI berusaha sekuat tenaga untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia berpesan agar para personel TNI tak terkotak-kotak oleh suku, agama, dan golongan.
“TNI tidak boleh tersekat-sekat dalam kotak suku, agama dan golongan. TNI adalah satu, yakni Tentara Nasional, yang bisa berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok, yang mempersatukan ras, suku, dan agama dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” ujar Gatot.
Hal tersebut disampaikan Gatot saat menghadiri tour dan silaturahmi BPP Oi di GOR Heroik, Grup-1 Kopassus, di Banten, Minggu (30/10).
Menurut Gatot, TNI harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. Hal tersebut agar Indonesia menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid.
“Sebagai alat negara, TNI tidak akan menolerir gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi SARA, TNI akan menjadi garda terdepan untuk menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,” ucap Gatot.
“Tegakkan kesatuan Komando dan jangan ragu bertindak untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, Para panglima dan komandan titip prajuritmu mereka adalah anak anaku, pimpin mereka dengan segenap hati dan pikiranmu,” tegasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Kasal Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Muhammad Herindra, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, para Asisten Panglima TNI, Danjen Kopassus dan Kapuspen TNI Brigjen TNI Wuryanto.
Sumber: Gatra News















