Semarang – INFOPlus. Sebanyak 4.646 orang resmi dilantik sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Semarang. Pengawas TPS nantinya akan menjadi ujung tombak dalam menjaga kualitas Pemilu 2024, termasuk mencegah praktek politik uang.
Pelantikan Pengawas TPS dilaksanakan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di tingkat Kecamatan pada 21-22 Januari 2024. Selanjutnya, mereka akan melaksanakan tugas pengawasan TPS di masing-masing wilayahnya pada hari pemungutan suara nanti.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang Arief Rahman mengatakan jumlah Pengawas TPS yang dilantik sama dengan jumlah TPS yang ada di Kota Semarang. Nantinya, sesuai dengan ketentuan bahwa satu TPS akan diawasi oleh satu orang Pengawas TPS.
Arief menegaskan Pengawas TPS yang terlantik harus segera tancap gas melakukan kerja pengawasan. Pengawas TPS harus memiliki jiwa berani dan tegas dalam mencegah segala bentuk pelanggaran pemilu, khususnya politik uang.
“Pengawas TPS harus berani mengawasi dan menegur jika menemukan dugaan pelanggaran agar proses Pemilu tidak diciderai politik uang,” ungkap Arief usai pelantikan Pengawas TPS di Kecamatan Tembalang, Senin (22/1) malam.
Dikatakan, potensi pelanggaran sudah banyak terjadi, seperti pemasangan APK yang tidak sesuai, kampanye yang tidak taat aturan, maupun politik uang di ruang-ruang yang tidak terjamah. Sehingga perlu dikerahkan semua petugas Pengawas Pemilu Se-Kota Semarang untuk menekan hal tersebut.
Lebih lanjut, Arief menginstruksikan kepada Pengawas TPS agar memerangi politik uang. Langkah awal dengan gencarkan upaya pencegahan kepada masyarakat dan komunitas. Jika imbauan masih diabaikan maka penegakan hukum akan dilakukan.
Selain itu, Pengawas TPS juga diminta untuk memastikan hasil perhitungan suara dalam TPS agar tetap sesuai dengan jumlah yang sudah dilakukan pemungutan suara. Tidak boleh ada yang kurang ataupun lebih, bahkan bergeser perolehan suaranya.
“Berani sampaikan pendapat, responsif atas tanggapan masyarakat dan saksi serta jangan ragu untuk berkonsultasi kepada pengawas di atasnya bila terdapat hal krusial,” pinta Arief.
Setelah proses pelantikan, Pengawas TPS memperoleh pembekalan yang diisi oleh berbagai narasumber terkait. Mereka diharapkan sudah bisa memahami dan mengerti mengenai tugas, wewenang, dan kewajibannya.
“Saya minta semuanya agar segera belajar, terutama dalam konteks pemungutan dan penghitungan suara yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024,” ujar dia.
Arief memastikan ribuan Pengawas TPS telah melalui proses seleksi ketat di tingkat Panwaslu Kecamatan. Jumlah pendaftar Pengawas TPS di Kota Semarang sebanyak 5.614 orang, kemudian terpilih 4.646 orang yang resmi dilantik hari ini.












