Cilacap – INFOPlus. Presiden Jokowi meninjau proses pengolahan sampah menjadi produk bahan bakar di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Refused Derived Fuel (RDF) di Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Selasa (2/1).
Dalam kunjungan kerja ke Cilacap tersebut, Presiden Jokowi didampingi Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sujana. Jokowi melihat dari dekat proses pengolahan sampah mulai dari pencacahan hingga pengayakan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Sri Murniyati memberikan penjelasan kepada Presiden Jokowi dan Pj Gubernur Nana Sudjana mengenai operasional TPST RDF dengan rinci.
Sri menyampaikan, mesin RDF yang ada di TPST tersebut memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 200 ton. Selama ini, sampah yang terolah di lokasi tersebut berasal dari 14 kecamatan di Kabupeten Cilacap.
“Namun saat ini belum dimaksimalkan sehingga baru 150 ton per hari terolah,” ujarnya.
Dijelaskan, dari 150 ton sampah yang diolah, mampu menghasilkan produk pengganti bahan bakar atau batu bara hingga 60 ton per hari. Produk tersebut kemudian dimanfaatkan untuk bahan bakar tungku pembakaran bagi pabrik semen.
TPST RDF di Kecamatan Jeruklegi dibangun di atas lahan seluas satu hektar. Pembangunannya merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Cilacap, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Pemerintah Kerajaan Denmark.
Sri menambahkan penerapan teknologi RDF ini merupakan solusi untuk mengurangi tumpukan sampah, sehingga menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Selain itu, menjadi jalan keluar di tengah sulitnya mencari lahan untuk tempat pembuangan akhir.
Pada sisi lain, RDF juga membantu industri pengguna batu bara seperti industri semen, untuk menurunkan emisi karbon. (Ags/Mw)










