Pemkot Semarang Siap Support Guru Berprestasi

oleh
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramusinto. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan komitmennya untuk terus memperhatikan peningkatan kesejahteraan serta kualitas guru dan tenaga pendidik.

Terbaru, Pemkot Semarang akan mensupport delapan guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang telah lolos seleksi apresiasi GTK inovatif dan dedikatif tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Mereka yang lolos berasal dari seluruh jenjang di bawah kewenangan Pemkot Semarang. Mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, apresiasi tersebut diberikan kepada GTK berprestasi dalam menyambut Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang.

INFO lain :  Penumpang Bawa Surat Hasil Swab Palsu di Bandara Semarang Ditangkap

“Alhamdulillah Kota Semarang cukup banyak memberikan bukti bahwa guru-gurunya berprestasi,” kata Bambang Jumat (3/11).

Bambang mengatakan, mereka yang lolos dalam seleksi tersebut adalah guru-guru penggerak. Selain itu, dalam nominasi ini juga terdapat tenaga kependidikan.

Kompetisi yang digelar tiap tahun tersebut, lanjutnya, menjadi evaluasi pihaknya untuk mendorong lahirnya para guru-guru berprestasi.

“Nanti akan kami dorong terus kepada guru penggerak agar meningkatkan kualitas, supaya makin banyak guru-guru dan tenaga kependidikan dari Kota Semarang yang lolos di event tersebut,” katanya.

INFO lain :  Hamil Muda, 2 Pasutri Komplotan Pencuri di Toko Emas Semarang Ditangkap

Menurut Bambang, banyaknya guru-guru di Kota Semarang yang lolos menandakan bahwa pahlawan tanpa tanda jasa di Kota Semarang, selain hebat, juga patut diperhitungkan.

Kehebatan para guru tersebut tak lepas dari program guru penggerak dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Lewat kebijakan tersebut, guru-guru dituntut profesional dalam kegiatan belajar mengajar.

“Hasil kompetisi berprestasi ini bisa menjadi inspirasi dan akan saya jadikan role model untuk pengembangan kualitas guru-guru yang lain,” ujarnya.

Guru-guru yang menyabet prestasi akan diberikan ruang dan fasilitas untuk membagikan pengalamannya, termasuk tips dan trik agar lolos menjadi guru penggerak kepada guru yang lain.

INFO lain :  Jenis Gratifikasi yang Wajib Lapor dan Pemberian yang Tidak Harus Dilaporkan

“Harapannya mereka yang belum jadi guru penggerak itu bisa menerapkan pola pembelajaran seperti guru penggerak. Jadi sekarang ini, sekolah harus menyenangkan dan tidak satu arah,” katanya.

Perlu diketahui, seleksi yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) GTK Kemendikbudristek itu, bekerja sama dengan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah dalam menyambut Hari Guru Nasional 2023 bertajuk Bergerak Bersama, Rayakan Merdeka Belajar.