Kebakaran TPA Jatibarang Picu Gangguan Asap, Wali Kota Semarang Minta Maaf

oleh
Kebakaran di TPA Jatibarang Kota Semarang memicu gangguan asap bagi lingkungan sekitar. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Kebakaran di TPA Jatibarang memicu gangguan asap di lingkungan sekitar. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu minta maaf atas munculnya gangguan asap tersebut.

“Kami meminta maaf kepada masyarakat yang terkena dampak gangguan asap akibat kebakaran TPA Jatibarang. Berbagai upaya sedang dan telah kami lakukan untuk proses pemadaman ini,” kata Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, Sabtu (7/10).

Mbak Ita sendiri tidak hanya duduk di belakang meja menyikapi kebakaran di TPA Jatibarang. Seperti yang terlihat pada tadi pagi, ia bersama Sekda Iswar Aminuddin memimpin upaya pemadaman.

INFO lain :  Seorang Warga Terjebak Saat Gali Sumur Di Bogor

“Anginnya kencang sehingga asap itu sampai ke permukiman warga. Kepada masyarakat, sekali lagi kami mohon maaf, atas nama Pemerintah Kota Semarang kami mohon maaf atas kesekian kalinya atas kasus kebakaran di TPA Jatibarang,” ujar dia.

Pemkot Semarang sudah mengerahkan seluruh armada pemadam untuk melakukan penanganan kebakaran tersebut. Juga berkoordinasi dengan TNI-Polri dan stakeholder lain terkait upaya mencari bantuan pemadaman.

INFO lain :  Buntut Pemukulan Kader PDIP, Ketua DPC Gerindra Kota Semarang Dipecat

“Sudah padam, dan hanya asap serta masih ada titik api berupa bara. Berkat bantuan berbagai pihak, seperti BPBD, PU, Perkim ada TNI-Polri, upaya pemadaman ini bisa lebih masif,” ujar Mbak Ita.

Ia mengatakan, zona yang terbakar adalah zona aktif atau merupakan area sampah yang belum lama dibuang. Dampak dari kebakaran ini adalah area sekitar dua hektare hangus.

“Dan ini memang berbeda zona, dari yang sebelumnya ada di zona pasif sekarang ke zona aktif dari 2, 3, dan 4,” jelasnya.

INFO lain :  Terjun ke Dunia Politik, Giring 'Nidji' Syukuran di Rumahnya

Kebakaran meluas karena pengaruh angin kencang yang membuat api merambat ke wilayah lain. Sempat ada kendala pemadaman karena titik-titik api yang jauh dari jangkauan mobil pemadam.

Mbak Ita berharap Kota Semarang segera diguyur hujan. Karena cuaca panas extreme dan angin kencang di Kota Semarang menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran di area terbuka. (Ags/Mw)