Semarang – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Semarang menggelar arak-arakan kirab budaya menuju ke KPU setempat, Kamis, untuk mendaftarkan bakal calon anggota legislatif pada Pemilu 2024.
Kirab budaya dimulai dari eks Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Jalan H.O.S. Cokroaminoto menuju ke Kantor KPU Kota Semarang, Jawa Tengah, yang diikuti puluhan kader partai berlambang banteng tersebut dengan berjalan kaki.
Diawali dengan patung banteng berukuran besar yang dinaikkan mobil, diikuti rombongan pembawa bendera Merah Putih, punakawan, dan sejumlah seni tradisional lainnya, seperti kuda lumping, barongan, ondel-ondel, dan liong, diiringi dengan orasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi memimpin kirab budaya tersebut bersama Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kadarlusman dan Wakil Ketua DPC PDI Hevearita Gunaryanti Rahayu.
“Hari ini kami mendaftarkan 50 bacaleg ke KPU Kota Semarang. Dokumen sudah kami lengkapi. Jika ada yang kurang lengkap, akan kami lengkapi lagi kekurangannya,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.
Ia menjelaskan bahwa kirab budaya tersevut merupakan bentuk orientasi PDI Perjuangan untuk selalu berupaya mengakomodasi kepentingan masyarakat di Kota Semarang yang beragam budaya.
Namun, dia juga meminta maaf jika dengan adanya kirab budaya tersebut membuat kemacetan di jalur-jalur yang dilalui dan masyarakat merasa kurang nyaman.
“Kami minta maaf jika menimbulkan kemacetan saat kirab budaya. Ini sebenarnya sebagai bentuk upaya partai untuk mengedepankan kepentingan masyarakat dengan duduk di kursi DPRD Kota Semarang,” katanya.
Sejauh ini, baru PDI Perjuangan Kota Semarang yang menggelar budaya dalam pendaftaran bacaleg pada Pemilu 2024.
Sesampainya di Kantor KPU Kota Semarang, hanya 15 orang saja yang diizinkan masuk mengingat keterbatasan ruangan yang dimiliki untuk pemberkasan.
Rombongan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Semarang diterima langsung oleh ketua dan anggota KPU Kota Semarang.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengatakan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai politik ketiga yang saat ini sudah mendaftarkan bacaleg.
Nanda, sapaan akrab Henry, mengakui bahwa pihaknya membatasi setiap parpol sebanyak 15 orang yang masuk ke dalam kantor karena keterbatasan ruangan.
Mengenai arak-arakan untuk pendaftaran bacaleg, sebelumnya Nanda sudah menyampaikan memang tidak ada larangan secara spesifik, tetapi tidak juga menganjurkan.
Sumber Antara















