Semarang – Sejumlah emak-emak datang ke Polrestabes Semarang melaporkan seorang selebgram ke polisi terkait dugaan penipuan investasi dan arisan bodong.
Korban sendiri diperkirakan mencapai 50 orang dengan total kerugian mencapai Rp3 miliar.
Ibu-ibu peserta investasi dan arisan mendatangi SPKT Polrestabes Semarang untuk melaporkan YO (35) selebgram warga Desa Bujel, Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Tmur (Jatim).
YO merupakan bandar arisan yang sudah berjalan sejak enam tahun lalu. Pada awalnya, arisan berjalan lancar. Namun pada November 2022 mendadak macet.
Puluhan peserta investasi dan arisan mencoba mencari keberadaan YO di rumah Kediri maupun di Kota Semarang, namun tidak berhasil menemukan.
Bahkan korban menyebut, atas kasusnya nomor telepon dan akun media sosialnya sudah hilang dan tidak ditemukan lagi.
Ada sekitar 50 peserta yang diduga menjadi korban investasi dan arisan bodong. Total kerugiannya sekitar tiga miliar rupiah.
Modus pelaku yang digunakan untuk member investasi, menjanjikan keuntungan 20 persen dan opsi peserta arisan sebesar Rp20 juta cukup membayar Rp17 juta.
Dari kedua skema investasi dan arisan yang dikelola YO sejak 2017 lalu. Awalnya pelaku membayar dan berjalan lancar. YO selalu tepat membayar uang sesuai kesepakatan.
“Namun pada November 2022 lalu, dia (YO) tidak menepati janji dan menghilang,” kata NF, salah satu perempuan yang melapor, Senin (6/3/2023).
Sejumlah peserta tertarik mengikuti investasi dan arisan yang dikelola YO karena menguntungkan.
Dalam satu bulan, uang yang ditanamkan bisa untung sekitar 20 persen.
Aparat Polrestabes Semarang kini masih menyelidiki kasus tersebut dengan meminta keterangan para pelapor.
(riz)














