Kecelakaan Tewaskan 12 Orang di Brebes Akibat Truk Kelebihan Muatan Gula 18,8 Ton

oleh

Brebes – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk tronton di Jalan Raya Pengeran Diponegoro Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu, Brebes, Minggu (20/5/2018) sore diketahui terjadi akibat kelebihan muatan.

Truk bernopol H 1996 CZ bermuatan gula pasir itu hilang kendali saat melewati jalan turunan usai fly over Kretek dan menabrak 13 sepeda motor, satu mobil dan menghancurkan 7 bangunan rumah. Akibat kecelakaan itu, 12 orang meninggal dunia dan 10 korban mengalami luka-luka.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Bakharuddin menduga, penyebab utama truk hilang kendali yang menyebabkan kecelakaan maut, yakni kelebihan beban. Hal tersebut terungkap saat Tim Traffic Accident Analysis (TAA) melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan, Senin (21/5/2018).

INFO lain :  Ganjar Pranowo Menggelar Lomba Pidato Ala Bung Karno

Bakharuddin menjelaskan, truk membawa muatan 600 karung gula pasir dari Cilacap ke Semarang dengan beban total 38,8 ton. Padahal beban yang diizinkan untuk truk tersebut tidak lebih dari 20,75 ton. Artinya, muatan truk kelebihan hingga 18,8 ton atau 87 persen.

“Hasil identifikasi tim ahli, rem berfungsi baik. Yang menyebabkan kendaraan tidak bisa dikendalikan yakni karena kelebihan beban. Di sisi lain jalan menurun, pengemudi sudah berusaha menggunakan rem tangan, tapi tetap tidak bisa mengurangi kecepatan,” katanya.

Bakharuddin menambahkan, titik mula tragedi kecelakaan beruntun terjadi saat truk turun dari flyover Kretek, sekitar 300 meter dari persimpangan menuju jalan lingkar. Dari 12 titik itu, kata dia, pengemudi sudah tidak bisa mengendalikan truk.

INFO lain :  DJP Jateng II Sita Aset Senilai Rp4 Miliar di Purwokerto

“Truk tetap melaju tak terkendali dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam, hingga sampai terguling di TKP, posisi gear kendaraan dalam keadaan netral,” ujarnya.

Faktor lain yang menurut Bakharuddin membuat kecelakaan tersebut memakan begitu banyak korban jiwa adalah karena pengemudi membawa truk menuju perkotaan, tidak mengambil rute jalan lingkar.

Akibatnya, begitu melintas 300 meter dari simpang jalan lingkar, truk langsung menghantam kendaraan di depannya. Sebuah mobil terdorong dan menyasak para pengendara sepeda motor yang memarkir kendaraan di tepi jalan.

INFO lain :  Komisioner KPU Kota Tegal Penuhi Klarifikasi Panwaslu

Hingga di titik akhir, truk terguling dan menyapu kerumunan orang yang tengah berbelanja takjil untuk berbuka puasa di sekitar lokasi kejadian. Bakharuddin merinci, data korban yang meninggal seketika di TKP mencapai 11 orang dan di rumah sakit 1 orang, sehingga totalnya 12 korban tewas. Sementara korban yang mengalami luka berat 2 orang, dan korban luka ringan 7 orang.

Sementara keberadaan sopir truk sendiri diketahui bernama Pratomo Diyanto (48) warga Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap. Kini ia sedang dalam perawatan medis di ruang Dahlia RSUD Brebes. Pratomo mengalami luka ringan di bagian kepala dan luka lecet di bagian tangan dan kakinya.(edi)