Pemerintah Blokir 2.528 Situs Radikal

oleh

Batang – Pemerintah RI telah memblokir ribuan situs internet yang dianggap berbahaya dan dikhawatirkan menyebarkan paham radikal. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengungkapkan, pemblokiran sebagai bagian dari upaya pencegahan adanya paham radikalisme menggunakan jejaring sosial atau media sosial dan internet.

“Sudah dilakukan penindakan di dunia maya dengan bekerjasama dengan kepolisan Republik Indonesia. Kita memang sudah melakukan penindakan paham radikal di dunia maya, kita paralel dengan Polri untuk penindakan di dunia nyata oleh penegakan hukum yaitu kepolisian,” kata Rudiantara saat berkunjung ke Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (20/5/2018).

Rudiantara menjelaskan terdapat 2.500 paham radikal yang menggunakan jejaring sosial ataupun dunia maya yang sudah diblock. Sementara, diakuinya, sekitar 9.500 lainnya masih dalam proses verifikasi.

INFO lain :  Tim Cobra Polres Blora Tangkap Kurir Narkoba

“Saya yakin kalau kita bicara sekarang sudah ada 2.528 yang sudah kami block sampai hari ini,” kata Rudiantara.

Menteri Kominfo juga berharap kepada semua masyarakat Indonesia untuk ikut terlibat dalam pencegahannya, terutama pihak keluarga, sekolah dan lingkungan, yang semuanya harus ikut dalam pencegahanya.

Rudiantara juga mengatakan media–media yang jelas bertentangan dengan Pancasila dan Undang–Undang Dasar 1945 serta keberadaan NKRI yang ada di dunia digital sudah kami block, kalau untuk di dunia nyatanya kita sudah melakukan koordinasi denga pihak Polri untuk dilakukan penegakan.

INFO lain :  Sukarelawan Gaspoll se-Banyumas Dukung Muhaimin Maju Sebagai Capres 2024

“Untuk di dunia maya yang kita block ada 2.528 yang paling banyak Facebook , Intagram dan Youtube,” jelas Rudiantara.

Rudiantara mengungkapkan kekhawatirannya akan munculnya kelompok kelompok radikal dan teroris akibat konten-konten paham radikalisme dan terorisme di dunia maya.

Oleh karena itu, Menkominfo berharap pesantren juga bisa berperan aktif dalam menyebarkan konten-konten yang positif untuk mengcounter balik konten yang mengandung paham radikalisme dan terorisme.

“Saya berharap dari pesantren ini bisa membuat konten-konten positif. Saya bisa fasilitasi dengan sistem. Saya minta bantuan pesantren bikin konten-konten yang bisa menggambarkan Islam yang sesungguhnya, dan saya janji untuk memfasilitasinya,” kata Rudiantara.

INFO lain :  Ngakunya Kepepet Butuh Duit, Jambret "Sangar Kok Nangis"

Selain itu, Menkominfo juga mengatakan bahwa kementeriannya menargetkan di tahun 2022 semua pesantren dan lembaga pendidikan lainnya akan berbasis internet.

“Jadi nanti semua pesantren akan saling terkoneksi satu sama lain,” imbuhnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menggelar kunjungan ke Pondok Modern Tazakka dalam acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama di Masjid Az-Zaky, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Minggu (20/5/2018).