Uang Jamu Dihapus, Buruh Pabrik Teh di Tegal Demo

oleh

Tegal – Aksi unjuk rasa digelar ratusan karyawan pabrik teh di Jalan Raya Selatan Adiwerna Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Senin (16/4/2018). Aksi unjuk rasa dilakukan di depan pabrik. Dalam aksinya mereka menuntut salah seorang pejabat perusahaan untuk diganti.

Tuntutan itu diajukan karena kebijakan yang dikeluarkan selama ini dianggap merugikan karyawan. Karyawan mengancam akan melakukan aksi mogok jika tuntutan mereka tidak di penuhi.

Menurut karyawan kebijakan yang diterapkan itu diantaranya menghilangkan uang jamu yang merupakan hak karyawan. Kemudian, karyawan yang tidak berangkat selama 10 hari tidak akan mendapatkan pesangon. Dari tadinya ada uang jamu, sekarang sudah dihilangkan.

INFO lain :  Pengedar Sabu Dibekuk Usai Turun daru Bus

Para karyawan yang demo meminta agar pimpinan itu diganti. Sebab, kebijakannya dinilai memberatkan karyawan. Menanggapi itu, Manager HRD Tedi mengatakan, dalam aturan perusahaan, jika karyawan tidak berangkat 10 hari berturut-turut sudah termasuk pelanggaran berat.

INFO lain :  Mediasi Sengketa Warga Tegal Timur Dengan PT KAI

Karenanya, akan dikenakan sanksi berupa pemberian surat peringatan (SP).

“Jadi kalau tidak masuk, harus memberitahukan kepada perusahaan,” jelas Tedi.

Sementara mengenai uang jamu, Tedi menegaskan, kebijakan itu sudah dicabut sebelum dia menjabat. Sehingga itu merupakan kebijakan pimpinan sebelumnya.

Kasi Hubungan Industrial Disnakerin Kabupaten Tegal Agus Marsani mengatakan apa yang menjadi keluhan karyawan perlu ditindaklanjuti. Sebab, di perusahaan manapun ada kekurangan.

INFO lain :  Provost Awasi Razia Operasi Patuh untuk Cegah Suap dan Pungli

Menurutnya, Terkait upah minimum kabupaten (UMK) Rp 1.617.000 dan tidak boleh ditawar lagi karena sudah masuk bulan April. Pihaknya mendapati, masih ada yang dibayar di bawah UMK.

“Untuk itu, saya mengimbau agar disesuaikan. Kemudian untuk peraturan perusahaan harus disosialisasikan secara menyeluruh karena dipahami semua karyawan perusahaan,” kata Agus. (tedi)