Pelaku Pembacokan Polisi Pernah di Penjara Karena Kasus Terorisme

oleh
oleh

SEMARANG – Polisi berhasil mengungkap identitas penyerang Wakapolres Karanganyar saat melakukan kegiatan susur hutan di lereng Gunung Lawu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Wihastono Yoga Pranoto mengatakan, pencocokan identitas sudah dilakukan dengan keluarga pelaku.

Pelaku sendiri diketahui bernama Karyono Widodo warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

“Penelusuran didasarkan atas sidik jari pelaku. Kemudian dicocokkan dengan DNA dan dibenarkan oleh pihak keluarga,” ungkapnya, Senin (22/6).

INFO lain :  Besok, Tol Fungsional Brebes-Semarang akan Ditutup Lagi

Adapun untuk penyidikan lebih lanjut perkara itu, kata dia, masih dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Karyono Widodo, diketahui pernah menjalani hukuman sebagai narapidana kasus terorisme.

Adik Karyono Widodo, Rohman Budi Santoso saat serah terima jenazah dari kepolisian di kamar jenazah RS Bhayangkara Semarang, mengatakan saudara kandungnya itu pernah menjalani hukuman di salah satu lapas di Sumatera.

INFO lain :  Miliki 12 Ribu Judul Buku, Kembangkan Perpus Digital

Menurut dia, almarhum terakhir bertemu dengan keluarga pada 2019 saat diantar pulang oleh petugas setelah menjalani hukuman.

“Terakhir bertemu waktu pulang tahun 2019 lalu. Setelah itu tidak pernah berhubungan,” terangnya.

Menurut dia, Karyono Widodo merupakan pribadi yang tertutup.

Bahkan, kata dia, almarhum juga pernah mengaku telah memiliki istri berkewarganegaraan Malaysia.

“Mengakunya sudah berkeluarga, tetapi tidak tahu kapan menikahnya, di mana menikahnya,” sebutnya.

INFO lain :  3 Tersangka di Ungaran Segera Disidang

Ia mengatakan, keluarga telah ikhlas dan sepakat jika almarhum dimakamkan di Semarang.

Sebelumnya diberitakan, orang tak dikenal menyerang Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni.

Sopir Wakapolres Karanganyar, Bripda Hanif Ariyono mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya akibat serangan senjata tajam pelaku.

Pelaku tewas setelah petugas menembak kaki pelaku sebanyak tiga kali. Pelaku diduga kehabisan darah saat mendapat perawatan.(mht)